Bengkulu, Ikobengkulu.com — Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan, Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menghadirkan cara kreatif untuk menggabungkan semangat wirausaha dan kepedulian terhadap alam. Melalui kegiatan Green Preneur bertema “Tumbuh Bersama: Membangun Wirausaha Ramah Lingkungan melalui Toboponik”, GenBI mengajak generasi muda mengenal lebih dekat konsep bisnis hijau berbasis pertanian berkelanjutan.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (20/9) di AgroEdu Wisata Toboponik, Jl. Jenggalu 3, Lingkar Barat, Bengkulu, ini diikuti oleh 40 anggota GenBI dan dihadiri oleh Pembina GenBI UIN FAS Bengkulu serta pemilik usaha AgroEdu Wisata Toboponik. Di bawah bimbingan para praktisi, peserta diajak memahami praktik budidaya melon dengan metode toboponik—sebuah sistem pertanian modern yang hemat air, ramah lingkungan, dan memiliki potensi ekonomi tinggi.
.jpg)
Membangun Bisnis Hijau dari Kampus
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya belajar teknik menanam dan merawat tanaman, tetapi juga memahami nilai bisnis dari pertanian berkelanjutan. Edukasi yang diberikan mencakup strategi pemasaran hasil panen hingga peluang pengembangan produk turunan bernilai jual tinggi.
“Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi atas masalah lingkungan sekaligus menumbuhkan usaha kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Pembina GenBI UIN FAS Bengkulu, Dr. Sri Ihsan, M.Pd.I, dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa konsep Green Preneur bukan sekadar ajang belajar bercocok tanam, melainkan upaya konkret untuk menanamkan nilai tanggung jawab sosial dan keberlanjutan di kalangan mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia tersebut.
Dari Edukasi ke Aksi Nyata
Melalui program ini, GenBI UIN FAS Bengkulu berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan kampus. Budidaya toboponik dipandang sebagai langkah kecil menuju perubahan besar—di mana inovasi dan kepedulian lingkungan berjalan beriringan.
“Green Preneur bukan hanya tentang pertanian, tetapi tentang membangun karakter generasi muda yang peduli, kreatif, dan berdaya saing dalam menjaga bumi,” ujar salah satu peserta.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kegiatan Green Preneur diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya wirausaha hijau di kalangan mahasiswa Bengkulu, sekaligus memperkuat komitmen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam mendorong pendidikan berorientasi lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.(adv)
