TBNews, BENGKULU – Dalam rangka mendukung program Quick Wins Kapolri melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol. Prianto Teguh Nugroho, S.I.K., M.H., CPM., CPLA., melaksanakan sosialisasi di SMAN 7 Kota Bengkulu, Senin (26/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.40 WIB tersebut turut dihadiri Dirlantas Polda Bengkulu, Kepala Sekolah SMAN 7 Kota Bengkulu, serta dewan guru. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya membangun karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan sadar hukum.
Dalam sosialisasi tersebut, Wakapolda Bengkulu menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para pelajar, mulai dari keselamatan berlalu lintas, bahaya penyalahgunaan narkoba, kewaspadaan terhadap berita hoaks, hingga pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Wakapolda Bengkulu menekankan bahwa pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus mempersiapkan masa depan dengan kegiatan positif, menaati aturan, serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Adik-adik sekalian adalah generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, jadilah pelajar yang disiplin dan bertanggung jawab. Dalam berlalu lintas, patuhi peraturan, gunakan helm berstandar SNI saat mengendarai sepeda motor, lengkapi surat-surat kendaraan, dan jangan berkendara sebelum memenuhi persyaratan. Ingat, keselamatan adalah hal yang utama,” demikian rumusan pesan edukatif yang dapat digunakan dalam pemberitaan kegiatan tersebut.
Selain keselamatan berlalu lintas, Wakapolda juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi narkoba karena penyalahgunaan narkotika dapat merusak kesehatan, mengganggu proses pendidikan, serta menghancurkan masa depan generasi muda.
“Jauhi narkoba dan jangan pernah mencoba-coba. Jangan mudah terpengaruh ajakan teman atau lingkungan yang membawa ke arah negatif. Isi waktu dengan belajar, berolahraga, mengembangkan bakat, dan melakukan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masa depan,” lanjut pesan edukatif tersebut.
Wakapolda Bengkulu juga mengajak para pelajar untuk bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tidak ikut menyebarkan berita hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan dan merugikan orang lain.
“Di era digital ini, adik-adik harus cerdas dalam menggunakan media sosial. Periksa kebenaran informasi sebelum membagikannya dan jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum tentu benar. Gunakan media sosial untuk hal-hal positif, menambah pengetahuan, dan mengembangkan potensi diri,” pesannya dalam rumusan redaksional.
Tidak kalah penting, Wakapolda turut menyoroti bahaya bullying atau perundungan di lingkungan sekolah. Ia mengajak para pelajar untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, menjaga pertemanan, dan tidak melakukan kekerasan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.
“Jangan melakukan bullying terhadap teman. Setiap orang memiliki perasaan dan hak untuk dihormati. Jadilah teman yang saling mendukung, bukan menyakiti. Apabila melihat tindakan perundungan, jangan ikut-ikutan, tetapi laporkan kepada guru atau pihak yang dapat membantu agar permasalahan dapat ditangani dengan baik,” demikian rumusan pesan yang menggambarkan tujuan edukasi tersebut.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polda Bengkulu berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polri, pihak sekolah, dan para pelajar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta kondusif.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus menanamkan kesadaran hukum sejak dini, sehingga para pelajar mampu menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan bertanggung jawab.
Polda Bengkulu mengajak seluruh pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, menjauhi narkoba, bijak bermedia sosial, serta bersama-sama mencegah bullying demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung tercapainya cita-cita.
POLISI BERSAMA MASYARAKAT

