×

Pencarian

Populasi Lansia Capai 10 Ribu Jiwa, BKKBN Perkuat BKL dan Sekolah Lansia di Lebong

Bengkulu-Lebong,Ikobengkulu.com,– Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Kabupaten Lebong mendorong perlunya penguatan program pemberdayaan lansia dan pendampingan keluarga. Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu  bersama Pemerintah Lebong memperkuat program Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Sekolah Lansia untuk mendukung terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Upaya tersebut dibahas dalam audiensi Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., di Kabupaten Lebong, Selasa (20/10/2026). Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi urusan keluarga berencana di Provinsi Bengkulu.

Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., menyampaikan bahwa program Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Sekolah Lansia sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Lebong dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemberdayaan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Lebong mendukung program BKL dan Sekolah Lansia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di semua kelompok usia. Lansia harus tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar, mengembangkan potensi diri, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Azhari.

Menurutnya, pembangunan SDM tidak hanya berfokus pada generasi muda, tetapi juga mencakup kelompok lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Ia berharap, melalui sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperluas jangkauan program pemberdayaan lansia sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.Melalui langkah yang kolaboratif ini maka dapat membangun kemandirian kelompok lansia.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebong merilis populasi penduduk lanjut usia (lansia) di Kabupaten Lebong berjumlah sekitar 10.381 jiwa, atau setara dengan 11,7 persen dari total populasi daerah tersebut. Terdapat diantaranya kelompok usia 60–64 tahun 4,8 ribu jiwa  atau 4,19 persen, dan kelompok umur 65 tahun ke atas sekitar 8,63 ribu jiwa atau sebesar 7,52 persen.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dr.H. Zamhir Setiawan., M.Epid mengatakan memperkuat sekolah lansia di Lebong memberikan kesempatan kepada para lansia untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan guna mendukung kehidupan yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

"Saat ini baru terdapat satu sekolah lansia di Lebong dengan jumlah peserta sebanyak 33 orang. Untuk meningkatkan kemandirian kelompok lansia maka kita bersinergi bersama pemerintah daerah untuk menumbuhkan kelompok-kelompok bina keluarga lansia (BKL) dan sekolah lansia.” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

Program BKL berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam merawat serta mendampingi anggota keluarga yang memasuki usia lanjut. Melalui program ini, keluarga diharapkan mampu memberikan dukungan yang tepat, baik dari sisi kesehatan, psikologis, sosial, maupun pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, Sekolah Lansia menjadi ruang pembelajaran bagi para lansia untuk memperluas wawasan, menjaga kesehatan, meningkatkan interaksi sosial, dan mengembangkan potensi diri sesuai kemampuan masing-masing.

Penguatan kedua program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup lansia, tetapi juga memperkuat peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang ramah terhadap kelompok lanjut usia.(***)