IKOBENGKULU – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Bengkulu menggelar peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kantor Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu, Kamis (9/7/2026).
Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", kegiatan ini diramaikan dengan berbagai rangkaian acara, di antaranya jalan sehat dan flash mob GenRe, sosialisasi peran ayah dalam pendampingan kesehatan reproduksi anak remaja, donor darah dan cek kesehatan, serta bazar dan gelar dagang UPPKA.
Dari berbagai rangkaian kegiatan tersebut, sosialisasi peran ayah dalam pendampingan kesehatan reproduksi anak remaja menjadi salah satu agenda utama. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran bahwa ayah memiliki peran penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak, termasuk menjadi tempat pertama bagi remaja untuk memperoleh informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi.
Ketua Penyelenggara Harganas ke-33 Provinsi Bengkulu, Mardhotillah Laili Ramasita, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengingatkan kembali pesan yang diangkat melalui tema "Ayah Wajib Hadir".
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengingatkan kembali tema 'Ayah Wajib Hadir'. Jadi kita menekankan pentingnya kehadiran seorang ayah bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional," ujarnya.
Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut tidak hanya menyasar para ayah, tetapi juga melibatkan remaja sebagai sasaran jangka panjang. Melalui edukasi sejak dini, remaja diharapkan memiliki kesiapan untuk menjadi ayah yang bertanggung jawab dan mampu membangun pola pengasuhan bersama pasangan di masa depan, sehingga urusan pengasuhan dan kesehatan reproduksi anak tidak hanya dibebankan kepada ibu.
Selain itu, sosialisasi juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara ayah dan anak. Kehadiran emosional ayah dinilai mampu membantu menjaga kesehatan mental remaja serta mengurangi risiko kenakalan remaja, pernikahan usia dini, hingga perilaku seksual berisiko.
"Harapannya ke depan muncul kesadaran di masyarakat bahwa kehadiran ayah itu sangat penting sehingga dapat menghindari angka fatherless," katanya.
Salah seorang peserta, Nofal (35), mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena tema yang diangkat sangat relevan dengan peran seorang ayah dalam keluarga.
"Saya mengikuti kegiatan ini karena sesuai dengan tema 'Ayah Wajib Hadir'. Kita harus mencontohkan kepada anak-anak bahwa kita harus menjadi ayah yang teladan," ujarnya.
Nofal yang telah tiga kali mengikuti Harganas menilai peran ayah sangat penting dalam mendampingi anak karena ayah merupakan pemimpin dalam keluarga. Menurutnya, kehadiran ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga harus ikut berperan dalam pengasuhan dan menjadi tempat anak berbagi cerita.
"Harapannya semua ayah tidak hanya hadir sebagai pemimpin, tetapi juga turut andil dalam pengasuhan anak dan hal-hal lainnya," tutupnya.
Penulis: Fiza Pratisya Zuinara

