NEW YORK CITY, 4 Juli (Xinhua) -- Babak 32 besar mengubah Piala Dunia 2026 menjadi turnamen yang ditentukan oleh selisih yang sangat tipis. Delapan dari 13 pertandingan pertama di babak gugur ditentukan pada 10 menit terakhir durasi normal, saat perpanjangan waktu, atau melalui adu penalti. Format baru dengan perluasan menjadi 48 tim ini diperkirakan oleh sebagian pihak akan mengurangi drama pada fase kedua kompetisi tersebut.
Namun, format ini justru menyuguhkan kejutan dramatis dan emosi yang biasanya baru muncul pada fase-fase akhir Piala Dunia.
Kejutan dramatis itu terlihat paling jelas dari kebangkitan luar biasa Belgia saat melawan Senegal. Tertinggal 0-2 dengan waktu normal tersisa lima menit, Belgia bangkit berkat gol dari Romelu Lukaku dan Youri Tielemans, yang kemudian disusul gol lain dari Tielemans lewat tendangan penalti pada menit ke-125.
Gol tersebut menjadi gol paling larut dalam sejarah Piala Dunia sekaligus mengantarkan skuad asuhan Rudy Garcia meraih kemenangan 3-2 yang semula tampak mustahil.
"Ini kekalahan yang menyakitkan, karena kami bermain bagus dalam pertandingan itu," ungkap pelatih Senegal, Pape Thiaw, setelah laga usai. "Kami sempat unggul. Kami sempat memimpin 2-0. Namun, pertandingan sepak bola bukanlah laga yang berdurasi 85 menit."
Pemain Portugal Goncalo Ramos (depan, kiri) melakukan selebrasi dalam pertandingan babak 32 besar melawan Kroasia di ajang Piala Dunia FIFA 2026 di Toronto Stadium di Toronto, Kanada, pada 2 Juli 2026. (Xinhua/Zou Zheng)
Portugal juga harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk memastikan lolos. Goncalo Ramos membawa timnya unggul atas Kroasia lewat sundulan di masa stoppage-time, sebelum gol penyeimbang skor yang dilesakkan Kroasia dianulir karena offside.
Hasil tersebut membawa tim Cristiano Ronaldo melaju ke babak 16 besar sekaligus menandai akhir yang mengharukan bagi kapten Kroasia berusia 40 tahun, Luka Modric, di panggung Piala Dunia.
Inggris secara mengejutkan nyaris tersingkir setelah tertinggal dari Republik Demokratik (RD) Kongo sejak menit ketujuh. Harry Kane akhirnya memecah kebuntuan lewat gol di menit ke-75, sebelum kemudian mencetak gol kedua 11 menit kemudian, sehingga menjaga asa negaranya meraih gelar Piala Dunia pertama dalam 60 tahun.
Pada titik itu, kejutan dramatis tidak lagi terasa sebagai sebuah pengecualian, melainkan bagian dari tren yang lebih luas.
Pemain Norwegia Erling Haaland melakukan selebrasi usai mencetak gol dalam pertandingan babak 32 besar melawan Pantai Gading di ajang Piala Dunia FIFA 2026 di Dallas Stadium di Dallas, Amerika Serikat, pada 30 Juni 2026. (Xinhua/Cheng Min)
Kesabaran Norwegia membuahkan hasil saat Erling Haaland mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-86 saat melawan Pantai Gading. Bahkan setelah itu, Orjan Nyland masih harus melakukan penyelamatan krusial di masa stoppage-time demi memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mencatatkan kemenangan pertama Norwegia di babak gugur Piala Dunia.
"Setelah gol penyeimbang mereka, kami memang sempat panik. Namun, kami berhasil menempatkan para pemain di posisi yang tepat dan kembali mampu menerapkan permainan kami," kata pelatih Norwegia, Stale Solbakken.
Di pertandingan lain, Maroko memaksa Belanda memainkan babak perpanjangan waktu berkat gol penyeimbang pada menit ke-91, sebelum akhirnya menang melalui drama adu penalti.
Paraguay menyingkirkan Jerman melalui adu penalti setelah gol Jerman di babak perpanjangan waktu dianulir, sementara Kanada dan Brasil juga membutuhkan gol penentu kemenangan di masa injury time untuk mempertahankan peluang mereka.
Di babak gugur Piala Dunia, satu momen saja dapat menentukan apakah sebuah tim akan bertahan atau angkat koper pulang ke negara asal mereka. Selesai

