IKOBENGKULU – Kebijakan penurunan potongan komisi layanan ojek online (ojol) roda dua menjadi 8 persen mulai diberlakukan pada Selasa (1/7/2026). Meski disambut positif, sejumlah mitra pengemudi di Kota Bengkulu menilai kebijakan tersebut belum sepenuhnya meringankan beban karena masih terdapat potongan maupun skema layanan lain yang dinilai memengaruhi pendapatan.
Salah seorang driver ojol di Kota Bengkulu, Kaka, mengatakan penurunan komisi belum memberikan perubahan yang signifikan. Menurutnya, masih ada berbagai potongan lain yang membuat saldo aplikasi lebih cepat habis.
"Kalau menurut saya masih sama saja, Bang. Soalnya masih ada potongan-potongan lain yang cukup berat. Dulu isi saldo Rp20 ribu bisa dapat penghasilan sekitar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Sekarang belum sampai Rp100 ribu sudah harus isi saldo lagi," ujarnya.
Ia berharap perusahaan aplikator juga mengevaluasi potongan lain yang masih membebani para pengemudi, terutama bagi driver yang telah berkeluarga.
Sementara itu, driver ojol lainnya di Kota Bengkulu, Heri, mengaku hingga hari pertama pemberlakuan kebijakan dirinya masih belum merasakan penerapan potongan komisi 8 persen. Menurutnya, kebijakan tersebut baru berlaku untuk layanan bike, sedangkan layanan lain seperti food, mart, dan express masih menggunakan skema sebelumnya.
"Kalau untuk hari ini belum ada potongan 8 persen, mungkin besok baru berjalan. Menurut saya kebijakannya masih kurang karena hanya berlaku untuk layanan bike, sementara layanan lain masih sama," katanya.
Heri juga menyoroti sistem berbayar slot pada layanan pesan-antar makanan yang dinilai belum mampu meningkatkan pendapatan driver. Ia mengatakan jumlah pesanan justru menurun dibandingkan saat kebijakan tersebut pertama kali diterapkan.
"Kami berharap aplikator bisa mempertimbangkan kembali setiap kebijakan yang dibuat agar tidak merugikan driver. Harapannya saling menguntungkan sehingga kami juga tetap semangat menjalankan pekerjaan," tuturnya.
Para driver berharap kebijakan penurunan komisi ini dapat diikuti dengan evaluasi terhadap sistem dan potongan lainnya sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh mitra pengemudi di Kota Bengkulu.
Penulis : Fajar alamsyahrudin (Magang UINFAS Bengkulu)

