KEPAHIANG – Menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa mudik Lebaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepahiang mengambil langkah proaktif dengan menyiagakan alat berat di sejumlah titik rawan longsor. Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan warga yang melintas di wilayah perbukitan.
Kepala Dinas PUPR Kepahiang menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan status "Siaga Infrastruktur" mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri. Fokus utama pengawasan berada pada jalur-jalur yang memiliki tebing curam dan drainase yang rawan tersumbat.
"Kami tidak ingin mobilitas warga terhambat oleh material longsor. Oleh karena itu, Excavator dan Wheel Loader beserta operatornya disiagakan di posko-posko strategis agar jika terjadi hambatan, penanganan bisa dilakukan dalam hitungan jam, bukan hari," tegas Kadis PUPR Kepahiang saat memimpin apel kesiapsiagaan, Selasa (3/3).
Strategi Mitigasi PUPR Kepahiang:
- Posko Siaga 24 Jam: Penempatan alat berat di jalur lintas utama yang menghubungkan Kepahiang dengan kabupaten tetangga.
- Tim Reaksi Cepat (TRC): Personel teknis disiapkan untuk melakukan pembersihan jalan dari material kerikil atau pohon tumbang yang kerap terjadi saat hujan badai.
- Koordinasi Lintas Sektoral: Kerja sama intensif dengan BPBD dan Satlantas Polres Kepahiang untuk pemetaan titik rawan terbaru berdasarkan data cuaca BMKG.
Dinas PUPR juga menghimbau para pemudik untuk tetap waspada, terutama saat melintasi jalur pegunungan di malam hari atau saat hujan deras mengguyur.
"Keselamatan adalah prioritas utama. Kami pastikan tim teknis bekerja di balik layar agar perjalanan silaturahmi masyarakat tetap aman dan tanpa hambatan berarti," pungkasnya. (adv)
