Bengkulu,IkoBengkulu.Com,-Setahun beroperasi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita Non PAUD) terus menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kualitas asupan gizi masyarakat. Melalui penyediaan menu sehat yang semakin optimal dan berimbang, MBG 3B menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung perbaikan gizi dan pencegahan stunting.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menyampaikan pendistribusian menu bergizi agar tepat sasaran dan manfaat. Pendistribusian perlu dilakukan evaluasi rutin untuk memastikan menu MBG 3B tetap berkualitas dan sesuai kebutuhan kelompok sasaran.
" Kita terus penyempurnaan, terutama pada aspek ketepatan sasaran, waktu, dan standar gizi. untuk memastikan program strategis nasional ini benar-benar berdampak pada penurunan angka stunting."ujar Kepala BKKBN Zamhari, Senin, (19/1/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan MBG 3B tidak terlepas dari sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, kader, hingga mitra penyedia bahan pangan lokal. Kolaborasi menjadi kunci. Dukungan kader di lapangan sangat membantu memastikan paket MBG 3B tepat sasaran dan dikonsumsi sesuai anjuran,” tambahnya.
Sementara itu, Ahli Gizi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gading Cempaka Permai II Kota Bengkulu Annisa Aprilianti,S.Tr. Gz menyebutkan bahwa pelaksanaan MBG 3B selama satu tahun terakhir tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing sasaran. Menu yang disajikan dirancang berbasis protein hewani, sayur, buah, serta karbohidrat yang seimbang, dengan memperhatikan standar keamanan pangan," kata Annisa pada pendistribusian MBG 3B di Kelurahan Lingkar Barat Kota Bengkulu, Senoin,(19/1/2026).
Menu MBG 3B terdiri dari karbohidrat berupa nasi putih, protein hewani berupa daging sapi malbi, protein nabati berupa tempe mendoan, sayur capcay dan buah semangka merah. Dengan kandungan gizi porsi balita. Energi 547,3 protein 31,75 lemak 20,4 karbohidrat 69,15 dan porsi ibu hamil ibu menyusui energi 727,8 protein 35,15 lemak 20,7 karbohidrat 108,85.
Dengan menerapkan prinsip diet TETP (tinggi energi tinggi protein) dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi intensif guna mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang, dengan fokus pada asupan kalori dan protein di atas kebutuhan normal," kata Annisa.(***)