×

Pencarian

Peduli Stunting, Seribu Lebih Mitra Turun Tangan Perkuat KRS di Bengkulu

Bengkulu,IkoBengkulu.Com,-Pemerintah melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting diharapkan mampu menurunkan angka stunting melalui gotong royong masyarakat dengan peran "orang tua asuh" (individu, komunitas, BUMN). Konvergensi tersebut untuk membantu keluarga berisiko stunting dengan bantuan nutrisi, sanitasi, edukasi, dan perbaikan rumah layak huni, fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mewujudkan generasi sehat dan cerdas.

 

Kemendukbangga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana  Nasional (BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam konvergensi penanganan stunting melibatkan lebih dari seribu mitra lintas sektor untuk memperkuat Keluarga Risiko Stunting (KRS) sebagai upaya percepatan pencegahan stunting.

 

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menyampaikan aksi peduli stunting pada 2025 di Bengkulu melibatkan seribu lebih mitra turun tangan memperkuat KRS sebanyak 29.325 keluarga.

 

"Mitra yang bergandeng tangan memperkuat KRS tersebut terdapat diantaranya lembaga BUMN sebanyak dua institusi, Swasta tiga lembaga, perorangan mencapai 263 orang, dan komunitas lainnya sebanyak 1.061 kelompok," kata Zamhari, S.H., M.H kepada pewarta di Bengkulu, Selasa, (6/1/2026).

 

Zamhari menyebutkan, “sejumlah mitra tersebut terlibat aktif dalam mengintervensi pemberian nutrisi sebanyak 990 penerima manfaat, rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak tiga bangunan rumah, penyediaan sarana air bersih mencapai 66 sasaran KRS, penyediaan jamban sehat bagi 623 sasaran KRS. Hingga mengedukasi  27.537 penerima manfaat, edukasi tersebut untuk peningkatan pengetahuan keluarga dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas," ujar Zamhari.

 

Penguatan KRS tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Melalui keterlibatan aktif para mitra, intervensi yang diberikan tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga edukatif dan berkelanjutan, mulai dari pemenuhan gizi, pendampingan kesehatan ibu dan anak, hingga peningkatan pengetahuan keluarga dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. (***)