×

Pencarian

Surplus Sayur Mayur, Kepahiang Sabet Penghargaan Ketahanan Pangan di HUT Ke-57 Provinsi Bengkulu

BENGKULU– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Kepahiang di kancah provinsi. Tepat pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Provinsi Bengkulu yang digelar di Balai Raya Semarak, Selasa (18/11), Kabupaten Kepahiang dinobatkan sebagai daerah dengan Indeks Ketahanan Pangan Terbaik Tahun 2025.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Bengkulu kepada Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, di hadapan seluruh kepala daerah se-Provinsi Bengkulu. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan Kepahiang mempertahankan statusnya sebagai lumbung hortikultura yang mampu menopang kebutuhan pangan provinsi, bahkan surplus sepanjang tahun 2025.

"Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah kerja keras seluruh petani di Kepahiang. Di tengah ancaman cuaca ekstrem tahun ini, petani kita justru mampu mencatatkan surplus produksi, khususnya komoditas cabai, tomat, dan sayuran dataran tinggi lainnya," ujar Bupati Zurdi Nata usai menerima trofi penghargaan.

Kunci Keberhasilan Dalam keterangannya, Zurdi Nata mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi penerapan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang mulai efektif sejak akhir 2024 lalu. Regulasi tersebut berhasil menahan laju alih fungsi lahan produktif menjadi perumahan, sehingga luas panen di Kepahiang tetap terjaga.

Gubernur Bengkulu H Helmi Hasan menyampaikan pidato/ist

Selain itu, program intensifikasi pertanian yang digalakkan Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, termasuk modernisasi alat tanam dan distribusi pupuk subsidi yang tepat sasaran, turut mendongkrak produktivitas panen hingga 20% dibanding tahun sebelumnya.

Pemasok Utama Sumbagsel

Gubernur Bengkulu H Heli Hasan dalam sambutannya memuji peran vital Kabupaten Kepahiang. Ia menyebut Kepahiang tidak hanya menjaga stabilitas inflasi pangan di Kota Bengkulu, tetapi juga telah menjadi pemasok utama bagi provinsi tetangga di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), seperti Palembang dan Jambi.

"Kepahiang membuktikan bahwa dengan fokus pada potensi lokal, daerah bisa mandiri dan berprestasi. Saya harap daerah lain dapat mencontoh manajemen rantai pasok pangan yang diterapkan Kepahiang," puji Gubernur.

Menutup pernyataannya, Bupati Zurdi Nata berkomitmen untuk tidak berpuas diri. Ia menargetkan pada tahun 2026, Kepahiang akan mengembangkan kawasan agro-edu-tourism yang mengintegrasikan sektor pertanian produktif dengan pariwisata, guna memberikan nilai tambah ekonomi ganda bagi masyarakat.(adv)