JAMBI – Kota Jambi resmi menjadi episentrum pertemuan strategis para pemimpin kota di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025 yang dibuka langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, Kamis (27/11), menjadi panggung utama pembahasan isu krusial nasional.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga "meja kerja" bersama untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, khususnya terkait efisiensi anggaran dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Merah Putih.
Diplomasi Hangat Bengkulu-Jambi
Atmosfer keakraban sudah terbangun sejak malam Gala Dinner pembukaan, Rabu (26/11). Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang hadir didampingi istri, Ny. Dian Fitriani, tampak cair berdiskusi dengan tuan rumah, Walikota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM dan Wakil Walikota Diza Hazra Aljosha.
Momen "diplomasi meja makan" ini dinilai penting untuk mempererat chemistry antar-pimpinan daerah sebelum masuk ke sesi persidangan yang lebih berat.
"Kehadiran para walikota ini menunjukkan komitmen kuat untuk saling bersinergi. Tantangan perkotaan hari ini, seperti isu anggaran dan layanan publik, butuh solusi kolaboratif, bukan kompetisi," ungkap salah satu delegasi di sela acara.
Agenda Padat: Dari IPAL hingga Candi
Selain membahas isu birokrasi, agenda Muskomwil II kali ini dirancang sangat variatif. Para delegasi dijadwalkan melakukan studi lapangan ke IPAL Terpusat Sijenjang untuk melihat pengelolaan limbah kota, serta tur edukasi ke situs bersejarah Candi Muaro Jambi.
Secara politis, forum ini juga akan melahirkan sejumlah keputusan vital, antara lain:
- Pengukuhan Ketua Komwil II APEKSI periode baru.
- Penyusunan Rencana Kerja Komwil II periode 2025–2028.
- Penentuan tuan rumah Raker Komwil II tahun 2026.
- Perumusan rekomendasi strategis untuk dibawa ke Rakernas APEKSI di Medan.
Semarak Wajah Baru Jambi
Pemkot Jambi selaku tuan rumah tak ingin menyia-nyiakan momen ini. Mereka turut memamerkan wajah baru kota melalui peresmian Banjuran Budayo (sebelumnya Taman Remaja Kota Jambi) dan menggelar Festival Tugu Keris Siginjai.
Rangkaian perhelatan akbar ini akan ditutup dengan simbolisasi komitmen lingkungan melalui aksi senam bersama dan penanaman pohon di kawasan taman tersebut, menandai harapan akan sinergi pemerintahan yang tumbuh subur dan berkelanjutan di masa depan. ***
