BENGKULU - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu menggelar kegiatan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah awal penyuksesan pelaksanaan sensus yang dijadwalkan berlangsung pada tahun depan. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bengkulu serta melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelaku usaha, asosiasi, hingga perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Drs. Tony Elfian, M.Si, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BPS dalam mempersiapkan pelaksanaan sensus yang menjadi salah satu agenda besar nasional tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam rangka memastikan seluruh pihak memahami peran dan kontribusinya dalam sensus ekonomi mendatang.
“Jadi kegiatan pada hari ini merupakan salah satu kolaborasi antara Kota Bengkulu dengan BPS Kota Bengkulu yang akan menghasilkan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Kenapa perlu disosialisasikan? Agar seluruh elemen masyarakat yang menjadi sumber data mengetahui proses dan pentingnya sensus ini,” ujarnya, di Aula Hidayah I, kantor Wali Kota Bengkulu, Rabu (26/11/2025).
Tony juga menambahkan bahwa pada hari sebelumnya, BPS telah melaksanakan sosialisasi kepada perangkat pemerintah daerah, mulai dari camat, lurah hingga perangkat kelurahan. Menurutnya, keterlibatan aparatur pemerintahan menjadi kunci agar informasi mengenai sensus dapat tersebar luas dan dipahami oleh masyarakat di tingkat terbawah.
“Harapan kita seluruh ASN, perangkat kelurahan hingga kepala OPD ikut menyampaikan informasi ini. Hari ini kita juga mengundang pelaku usaha dan berbagai komponen masyarakat agar mereka turut serta memahami mekanisme sensus. Dengan begitu, proses pengumpulan data dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar pembangunan Kota Bengkulu dan pembangunan nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, menjelaskan bahwa meskipun Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan tahun depan, sosialisasi secara bertahap perlu dilakukan sejak tahun ini. Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh pihak yang berkaitan dengan pendataan memahami tujuan dan manfaat sensus.
“Hari ini merupakan hari kedua sosialisasi. Kemarin kami sudah melaksanakan sosialisasi kepada OPD, dinas, serta perangkat kecamatan dan kelurahan. Untuk hari ini, kami fokus pada pelaku usaha dan asosiasi. Tujuannya tentu untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” kata Iin.
Ia menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan kegiatan besar yang membutuhkan partisipasi aktif dari para pelaku usaha, baik skala kecil, menengah, maupun besar. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan ekonomi, memetakan potensi usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Dukungan serupa juga disampaikan Kabag Umum BPS Provinsi Bengkulu, Sahranudin. Ia mengapresiasi peran Pemerintah Kota Bengkulu yang telah memfasilitasi kegiatan sosialisasi ini. Menurutnya, sensus ekonomi bukan hanya tanggung jawab BPS, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini sangat kami harapkan. Sensus ekonomi bukan hanya tugas BPS, tetapi tugas kita semua. Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pelaksanaannya,” ungkapnya.
Sahranudin juga meminta dukungan dari insan media untuk turut menyebarluaskan informasi mengenai sensus kepada masyarakat luas.
“Media punya peran besar dalam menyuarakan informasi ini. Kami tidak hanya memberikan data berupa angka, tetapi media yang akan membantu mengembangkan dan menginformasikannya kepada masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis pelaksanaan sensus tahun depan akan lebih sukses,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini, BPS berharap pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sensus ekonomi semakin meningkat, sehingga pelaksanaannya pada tahun 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang valid serta bermanfaat bagi pembangunan.
