Rejang Lebong — Sekitar 50 orang dari berbagai unsur potensi Search and Rescue (SAR) di Kabupaten Rejang Lebong mulai digembleng untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dalam menghadapi berbagai medan tugas.
Latihan gabungan perdana ini digelar pada Rabu, 16 September 2026, di Kantor Unit Siaga SAR Rejang Lebong. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB. Adapun peserta berasal dari berbagai unsur. Mulai pelaku wisata, SAR instansi, komunitas pecinta alam hingga pelaku kegiatan petualangan.
Kepala Unit Siaga SAR Rejang Lebong, Erfian Hadinata, mengatakan latihan gabungan menjadi bagian penting untuk meningkatkan kapasitas seluruh potensi SAR yang ada di daerah.
“Potensi SAR tidak cukup hanya memiliki keberanian untuk turun ke lapangan. Yang paling penting adalah kemampuan, pengetahuan, prosedur dan kesiapan menghadapi situasi yang sebenarnya," ungkap Erfian.
Menurutnya, kemampuan memberikan pertolongan pertama menjadi salah satu dasar yang wajib dikuasai setiap personel yang terlibat dalam kegiatan pencarian dan pertolongan.
“Ketika menemukan korban, tindakan pertama yang dilakukan bisa menentukan kondisi korban selanjutnya. Karena itu, pemahaman PPGD harus benar-benar dikuasai, bukan hanya dipahami secara teori," jelasnya.
Pada pertemuan pertama ini, peserta mendapatkan materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Materi diberikan dalam dua tahapan, yakni teori di dalam ruangan dan praktik. Peserta dilatih memahami sekaligus menerapkan teknik pertolongan pertama dalam kondisi kegawatdaruratan.
Erfian menegaskan, latihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga membangun koordinasi antarpotensi SAR.
“Di lapangan kita tidak bekerja sendiri. Ada banyak unsur yang bisa terlibat dalam satu operasi. Karena itu, latihan bersama seperti ini penting agar komunikasi, koordinasi dan cara bertindak di lapangan bisa lebih terarah," bebernya.
Latihan gabungan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas potensi SAR di Rejang Lebong. "Dengan semakin banyaknya unsur yang memiliki kemampuan dasar pencarian dan pertolongan, respons terhadap kondisi darurat di berbagai medan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat dan terukur," pungkas Erfian. (**)