Hari Perhubungan Nasional 2026, BPTD Bengkulu Tanamkan Kesadaran Lalu Lintas Sejak Dini

Selasa, 15 September 2026 | 18:42:45 WIB

BENGKULU — Keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya diajarkan ketika seseorang sudah mengendarai kendaraan. Kesadaran tersebut perlu dibangun sejak usia dini agar menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa.

Pesan itu menjadi perhatian Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bengkulu dalam memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026.

Kementerian Perhubungan melalui BPTD Kelas III Bengkulu menggelar program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) di Terminal Tipe A Air Sebakul, Kota Bengkulu, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut menyasar anak usia dini hingga remaja dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan. Tujuannya, menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya menjaga keselamatan diri serta mengenali berbagai risiko saat berada di jalan raya.

Kepala BPTD Kelas III Bengkulu, Dinda, mengatakan edukasi keselamatan lalu lintas harus dilakukan secara konsisten dan tidak menunggu seseorang menjadi pengendara terlebih dahulu.

“Kita selalu mengkampanyekan keselamatan. Keselamatan itu harus dimulai sejak usia dini. Oleh karena itu kita mulai dari anak usia dini, kita edukasi mereka bagaimana mereka menjaga diri dan peka terhadap keselamatan,” ujar Dinda.

Dalam pelaksanaannya, SALUD dikemas melalui berbagai aktivitas yang disesuaikan dengan usia peserta. Salah satunya berupa lomba pengenalan berbagai aspek lalu lintas yang melibatkan pelajar tingkat SMP.

Para peserta juga memperoleh materi mengenai keselamatan di jalan, keterampilan berkendara, serta kegiatan edukatif lainnya yang berkaitan dengan budaya tertib berlalu lintas.

Menurut Dinda, pembiasaan sejak kecil memiliki peran penting dalam membentuk perilaku seseorang ketika berada di jalan. Anak yang sejak dini memahami aturan dan risiko lalu lintas diharapkan tumbuh menjadi generasi yang lebih disiplin dan peduli terhadap keselamatan.

“Harapannya, apa yang mereka dapatkan sekarang bisa menjadi kebiasaan ketika mereka tumbuh dewasa. Jadi keselamatan dan ketertiban berlalu lintas bukan hanya karena ada aturan, tetapi sudah menjadi kesadaran dari diri sendiri,” jelasnya.

Libatkan Konten Kreator

Rangkaian edukasi keselamatan lalu lintas juga diawali dengan Pra SALUD. Dalam kegiatan tersebut, BPTD memberikan ruang kepada konten kreator untuk ikut menyebarluaskan pesan keselamatan kepada masyarakat, terutama kalangan generasi muda.

Keterlibatan konten kreator dinilai penting karena pesan keselamatan lalu lintas dapat disampaikan melalui media yang lebih dekat dengan keseharian anak muda.

Selain kampanye dan penyuluhan, rangkaian kegiatan SALUD turut menghadirkan materi yang berkaitan dengan keterampilan berkendara dan pemahaman mengenai potensi bahaya di jalan.

Dinda berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pengetahuan yang diterima peserta selama acara. Lebih jauh, para peserta diharapkan mampu meneruskan pesan keselamatan kepada teman, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

“Jadi mereka bukan hanya tahu tentang keselamatan, tetapi juga bisa ikut mengingatkan orang lain. Keselamatan lalu lintas ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Melalui SALUD, BPTD Kelas III Bengkulu menegaskan pentingnya membangun budaya keselamatan lalu lintas dari lingkungan pendidikan dan keluarga.

Edukasi sejak usia dini diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang lebih tertib, disiplin, peduli, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan di jalan.

Halaman :

Terkini