Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan Keluarga Memerlukan Penyuluh KB Transformatif

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:35:00 WIB
Ketua DPD IPeKB Provinsi Bengkulu Helmi Suanda.,S.Sos saat menyampaikan laporan penguatan kapasitas penyuluh KB,Rabu,(19./8/2026).

Bengkulu-ikobengkulu.com,,-Kesetaraan gender dalam pembangunan keluarga memerlukan penyuluh transformatif untuk mengubah norma sosial yang tidak adil, menantang budaya patriarki, serta mendorong pembagian peran yang seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan dan pengasuhan anak.

Transformasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN yang berfokus pada pembangunan kualitas manusia secara menyeluruh di sepanjang siklus hidup keluarga. Mendorong kesetaraan gender, Kemendukbangga/BKKBN dengan mengembangkan Gerakan AyahTeladan Indonesia (GATI), Kelas Ayah Idaman (AMAN) dan Kesehatan Reproduksi (Kespro).

GATI bertujuan mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak mencegah fenomena anak kehilangan figur ayah atau fatherless, dan  membantu pencegahan risiko stunting. Kelas Ayah Idaman (AMAN) ruang edukasi khusus bagi para suami atau ayah untuk berperan aktif dalam perencanaan keluarga, pendampingan kehamilan, pencegahan stunting, serta dukungan KB pascapersalinan.

Kesetaraan gender dalam pembangunan keluarga memerlukan penyuluh transformatif untuk mengubah norma sosial yang tidak adil, menantang budaya patriarki, serta mendorong pembagian peran yang seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan dan pengasuhan anak. Untuk menuju sasaran tersebut memerlukan tenaga penyuluh KB yang transpormatif dengan membawa beberapa rprogram utama Kemendukbangga,

Hal itu di sampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPeKB Provinsi Bengkulu Helmi Suanda, S.Sos kepada pewarta di selah Pelatihan Penguatan Kapasitas Bagi Penyuluh KB Untuk Pembangunan Keluarga Yang Transformatif Gender di kantor BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu,(19/8/2026).

Pembangunan keluarga tidak cukup hanya berbicara mengenai program Keluarga Berencana, kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, ketahanan keluarga, maupun peningkatan kualitas hidup keluarga.
Lebih jauh dari itu, kita perlu melihat bagaimana hubungan dan pembagian peran antara laki-laki dan perempuan berlangsung di dalam keluarga. (***)

Tags

Terkini