IKOBENGKULU — Harga ayam potong di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, mengalami kenaikan pada awal Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat menurun sehingga penjualan pedagang ikut mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.
Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Panorama, Fitri (50), mengatakan harga beli ayam dari distributor meningkat dari sekitar Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut membuat pedagang menyesuaikan harga jual menjadi sekitar Rp42 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.
Fitri mengatakan kenaikan harga mulai terjadi setelah aktivitas sekolah kembali berlangsung. Ia menduga kondisi tersebut juga dipengaruhi meningkatnya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Naiknya harga ayam ini semenjak orang masuk sekolah, sebelumnya itu harga ayam potong turun," katanya saat diwawancarai Selasa (4/8/26).
Menurut Fitri, kenaikan harga berdampak pada jumlah pembeli. Jika sebelumnya ia mampu menjual sekitar 40 hingga 50 kilogram ayam per hari, kini penjualannya hanya berkisar 15 hingga 20 kilogram per hari. Ia juga menyebut sebagian besar pembeli kini membeli ayam dalam jumlah lebih sedikit, seperti seperempat hingga setengah kilogram, sedangkan sebelumnya banyak pelanggan membeli dalam jumlah lebih banyak bahkan untuk disimpan sebagai stok.
Pedagang ayam potong lainnya di Pasar Panorama, Nuraini (65), juga mengaku mengalami kondisi serupa. Ia mengatakan harga beli ayam yang sebelumnya berkisar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp35 ribu per kilogram, sehingga harga jual kepada konsumen berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram atau lebih.
"Harga ayam baru kali ini naik sampai segini, jadi kami juga bingung mau jualnya bagaimana," ujarnya.
Menurut Nuraini, kenaikan harga menyebabkan penjualan menurun hampir separuh. Jika sebelumnya ia dapat menjual hingga 60 kilogram ayam per hari, kini penjualannya hanya sekitar 30 hingga 35 kilogram per hari.
Hingga awal Agustus 2026, pedagang di Pasar Panorama masih menyesuaikan harga jual mengikuti kenaikan harga dari distributor. Mereka berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama agar daya beli masyarakat kembali meningkat dan penjualan ayam potong dapat kembali normal.
Penulis: Fiza Pratisya Zuinara