PMMI dan IBI Teken PKS Bersama BKKBN, Perkuat Edukasi dan Kualitas Pelayanan KB

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:55:00 WIB
dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu (no 2 kanan) usai menandatangani PKS bersama mitra teknis program Bangga Kencana di Bengkulu.

Bengkulu,ikobengkulu.com,– Perkumpulan Masyarakat Mitra Inklusif (PMMI) Bengkulu dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) daerah setempat menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu. Kesepakatan segitiga emas itu sebagai langkah strategis memperkuat edukasi masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana (KB). Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas.

 

PMMI sebuah organisasi yang berfokus memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas dan kesetaraan inklusi sosial. Institusi yang bergerak di bidang advokasi, pendidikan, dan pemberdayaan untuk kelompok penyandang disabilitas. Kerja sama strategis dengan BKKBN Bengkulu guna memperkuat edukasi, pendampingan, serta memperluas akses layanan pembangunan keluarga dan program Bangga Kencana yang inklusif dan ramah difabel

 

Bersama IBI, kerjasama diperkuat dalam rangka kolaborasi strategis untuk meningkatkan pelayanan Keluarga Berencana (KB), mempercepat penurunan stunting, serta menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Bayi (AKB). Dan tidak kalah penting kerjasama itu dalam upaya meningkatkan pelayanan KB pasca persalinan," kata Kepala Perwalilan BKKBN Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan.,M.Epid di Bengkulu, Kamis,akhir Juli-2026 lalu.

 

Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi lintas organisasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pentingnya penggunaan metode kontrasepsi yang aman, efektif, dan sesuai kebutuhan pasangan usia subur (PUS).

 

Berdasarkan hasil Sistem Informasi Keluarga (SIGA) BKKBN tahun 2025 menyebutkan hingga pertengahan tahun ini (2026) sebanyak 40.162 peserta KB Aktif. Peserta KB Baru pengguna implan dan 3.217 mCPR hasil Pemutakhiran PK-25 tahun 2025, kita masih melihat adanya disparitas atau kesenjangan yang cukup nyata antarwilayah. Di Bengkulu Selatan, prevalensi implan kita sudah sangat bagus mencapai 20,1 persen. Tetapi di sisi lain, saudara kita di Kepahiang baru mencapai 12,1 persen.

 

Potret KB pada tahun yang sama, tercatat ada 15 kasus komplikasi berat dan 12 kasus kegagalan implan di Bengkulu, di mana kasus komplikasi berat paling tinggi dilaporkan di wilayah perkotaan yaitu Kota Bengkulu dengan 13 kasus. Sementara itu, data terbaru hingga Juli 2026, kita masih mendapati lima kasus komplikasi berat, ditemukan terjadi di wilayah Kota Bengkulu sebanyak empat kasus dan Kepahiang dua kasus kegagalan implan dan dua kejadian ditemukan di Kepahiang.


Program kerja sama akan difokuskan pada peningkatan kapasitas bidan sebagai ujung tombak pelayanan KB, penguatan edukasi kepada masyarakat, pendampingan akseptor, serta peningkatan mutu pelayanan kontrasepsi di fasilitas kesehatan," ujar dr. Zamhir.

Menurutnya, keberhasilan Program Bangga Kencana membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi profesi dan lembaga mitra."Bidan merupakan mitra strategis dalam pelayanan keluarga berencana karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Sinergi antara PMMI dan IBI akan memperkuat edukasi, meningkatkan kualitas konseling, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan KB yang aman, bermutu, dan berkesinambungan," sebut Zamhir.

 

Secara terpisah Ketua PMMI Bengkulu Irna Riza Yuliastuty, S.Sos mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi langkah nyata membangun kolaborasi dalam memberikan edukasi berbasis masyarakat. Peran PMMI meliputi fungsi strategis sebagai agen perubahan, penyuluh sosial, dan jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat akar rumput.

 

Sementara itu, Ketua IBI Hj. Mardliyatini, HS,S.ST., SKM menegaskan bahwa bidan memiliki peran penting dalam memberikan konseling, pelayanan kontrasepsi, serta pendampingan kepada ibu dan keluarga. Dengan adanya perpanjangan PKS ini, kompetensi bidan akan terus diperkuat sehingga pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana semakin profesional.

 

Melalui kolaborasi IBI, dan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu, diharapkan edukasi kesehatan reproduksi semakin luas menjangkau masyarakat, kualitas pelayanan KB terus meningkat, serta mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.(***)

Tags

Terkini