Bengkulu,ikobengkulu.com,,-Puluhan pasang ayah dan anak di Kota Bengkulu tampak duduk berdampingan penuh hangat dalam kebersamaan. Pemandangan itu menghiasi suasana rangkaian peringatan hari jadi Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia Tingkat Provinsi Bengkulu 2026. Di atas meja, lembar gambar putih perlahan berubah menjadi penuh warna. Tangan mungil anak-anak bergerak lincah memainkan crayon, sementara sang ayah sesekali membimbing, memberi semangat, atau sekadar tersenyum melihat karya buah hatinya mulai terbentuk.
Pemandangan sederhana itu menyimpan makna yang jauh lebih besar daripada sebuah perlombaan. Lomba mewarnai ayah dan anak dipilih sebagai media untuk mengingatkan bahwa pengasuhan terbaik selalu dimulai dari kebersamaan. Untuk memperkuat ikatan batin antara ayah dan anak melalui aktivitas seni bersama. Selain itu, untuk menepis anggapan bahwa tugas ayah hanya mencari nafkah, melainkan juga aktif mengasuh anak. Dan, dapat membentuk karakter anak yang lebih percaya diri lewat kehadiran fisik dan mental seorang ayah.
Di tengah kesibukan bekerja, tidak sedikit ayah yang tanpa sadar kehilangan waktu bersama anak. Padahal, kehadiran seorang ayah bukan hanya diukur dari kemampuannya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga dari kesediaannya hadir, mendengar, bermain, dan membangun kedekatan emosional.
Melalui aktivitas seni bersama ini, sekat komunikasi yang sering kali terbentuk akibat rutinitas perlahan mencair. Setiap goresan warna menjadi ruang bagi ayah untuk mengenal lebih dekat dunia anaknya. Tidak ada target yang harus dicapai, tidak ada nilai yang diperebutkan. Yang tumbuh justru rasa percaya diri anak, kehangatan keluarga, dan kenangan yang akan terus tersimpan.
Kepala Perwakilan Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengatakan bahwa "Keterlibatan ayah merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang berkualitas," kata dr. Zamhir saat menghadiri lomba mewarnai dengan mengangkat tema "Ayah Wajib Hadir" dalam rangkaian HUT IPeKB ke-19 di Bengkulu, Sabtu, (01/8/2026).
dr. Zamhir menegaskan pentingnya keterlibatan aktif fisik dan emosional seorang ayah. Fokus utamanya adalah pengasuhan anak, pencegahan stunting, serta pembentukan karakter generasi yang berkualitas.
"Kehadiran ayah tidak dapat digantikan. Anak membutuhkan figur ayah yang tidak hanya menjadi pencari nafkah, tetapi juga menjadi pendamping dalam proses tumbuh kembangnya. Melalui kegiatan sederhana seperti lomba mewarnai ini, kita ingin mengajak para ayah meluangkan waktu, berinteraksi, dan membangun ikatan emosional yang kuat dengan anak," ujarnya.
Menurut Zamhir, pengasuhan yang melibatkan kedua orang tua akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial, emosional, dan karakter anak. Nilai-nilai kasih sayang, komunikasi, perlindungan, hingga pendidikan dalam keluarga dapat tumbuh lebih optimal ketika ayah hadir secara aktif.
Lomba bersama ayah direspon positif salah satu ayah pendamping anak. Andi Saputra (36) warga Kota Bengkulu salah seorang peserta lomba mewarnai ayah dan anak, kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga baginya. Di tengah kesibukan bekerja, ia mengaku jarang memiliki waktu khusus untuk beraktivitas bersama putrinya.
"Biasanya saya berangkat pagi dan pulang sore. Momen seperti ini membuat saya sadar bahwa anak bukan hanya membutuhkan nafkah, tetapi juga membutuhkan kehadiran ayah. Duduk bersama, mewarnai, dan mendengarkan cerita mereka ternyata sederhana, tetapi sangat berarti," ujar Andi.
Menurut Andi, tema "Ayah Wajib Hadir" bukan sekadar slogan. Baginya, kehadiran ayah harus diwujudkan melalui perhatian, komunikasi, dan keterlibatan dalam setiap proses tumbuh kembang anak.
Ketua IPeKB Provinsi Bengkulu, Helmi Suanda, S.Sos., menambahkan bahwa peringatan HUT IPeKB ke-19 tidak hanya menjadi momentum mempererat solidaritas para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya peran ayah dalam keluarga.
"Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan pesan yang kuat. Seni menjadi bahasa universal yang mampu mendekatkan ayah dan anak. Ketika mereka duduk bersama, berbincang, dan berkarya, sesungguhnya mereka sedang membangun fondasi ketahanan keluarga," katanya.
Lomba mewarnai yang berlangsung di Pagar Dewa pada Sabtu awal Agustus-2026, diikuti sebanyak 50 pasang lebih ayah dan anak. Mengandung banyak manfaat, terutama manfaat pdikologis. Dapat meningkatkan Self-Esteem/ Karakter diri, dimana kehadiran dan dukungan penuh ayah membuat anak merasa dihargai, dicintai, dan dianggap penting. Juga dapat menurunkan risiko Father Hunger. "Kehadiran fisik dan emosional ayah memuaskan kebutuhan psikologis anak akan sosok pelindung, sehingga anak tumbuh lebih percaya diri," kata Helmi Suanda.
Masih Helmi Suanda, HUT IPeKB ke-19, untuk mengimplementasikan tema HUT tahun ini "IPeKB Untuk keluarga Indonesia" dengan menggelar berbagai kegiatan sosial masyarakat, diantaranya selain lomba mewarnai, terdapat pelayanan cek kesehatan dasar, senam lansia serta penyaluran bantuan pencegahan stunting bagi KRS di Bengkulu.
"Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung Program BANGGAKENCANA yang menempatkan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Penyuluh KB tidak hanya berperan dalam pelayanan keluarga berencana, tetapi juga terus mengedukasi masyarakat tentang pola asuh positif, kesetaraan peran orang tua, serta pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis," tambahnya.(***)