Reses di Kelurahan Bajak, Rodi Serap Aspirasi Warga: Sampah dan Lampu Jalan Jadi Prioritas Pengawalan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:24:25 WIB

BENGKULU – Persoalan pengelolaan sampah hingga minimnya penerangan jalan menjadi perhatian utama warga Kelurahan Bajak saat mengikuti reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Partai Golkar, Rodi, S.Kom., M.M.. Berbagai usulan tersebut langsung mendapat respons dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam dialog bersama masyarakat, sedikitnya enam aspirasi disampaikan warga. Isu yang paling banyak dikeluhkan berkaitan dengan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), praktik pembakaran sampah, serta kebutuhan penambahan lampu penerangan jalan di sejumlah titik yang dinilai rawan.

Rodi menjelaskan, persoalan akses menuju TPA telah memperoleh perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Saat ini, jalan menuju lokasi tersebut sedang dalam tahap pelebaran dan akan dibangun menjadi dua jalur guna memperlancar mobilitas kendaraan pengangkut sampah.

"Perbaikan akses menuju TPA sudah mulai ditangani. Harapannya proses pengangkutan sampah menjadi lebih lancar sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ujarnya.

Selain itu, warga RT 6 juga menyampaikan keluhan terkait adanya pembakaran sampah yang diduga dilakukan oleh petugas penyapu jalan. Menanggapi hal tersebut, Rodi mengatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meminta masyarakat segera melapor apabila kejadian serupa kembali ditemukan agar dapat segera ditindaklanjuti.

"Jika masih terjadi pembakaran sampah, silakan segera laporkan. Kita semua ingin mewujudkan Kota Bengkulu yang bersih, nyaman, dan religius sesuai visi pemerintah daerah," kata Rodi.

Tak hanya persoalan sampah, kebutuhan penerangan jalan juga menjadi aspirasi yang paling banyak disuarakan warga. Mereka meminta penambahan lampu jalan, khususnya di kawasan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan cukup tinggi.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di RT 9, tepat di sekitar jembatan yang minim pencahayaan pada malam hari. Menurut warga, kondisi gelap membuat pengendara sering tidak menyadari adanya turunan maupun jembatan sehingga kerap memicu kecelakaan. Bahkan, pernah terjadi kecelakaan fatal yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Rodi menegaskan, usulan tersebut akan terus dikawalnya hingga terealisasi. Ia menyebut Dinas Perhubungan telah menyampaikan komitmen untuk segera memasang penerangan di titik-titik yang dinilai mendesak.

"Penerangan jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Tadi Dinas Perhubungan juga menyampaikan bahwa lokasi yang menjadi prioritas akan segera ditindaklanjuti," ungkapnya.

Menurut Rodi, penambahan lampu jalan tidak hanya diperlukan di jalan utama, tetapi juga di gang-gang permukiman. Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, penerangan yang memadai juga diyakini mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat saat beraktivitas pada malam hari sekaligus meminimalkan potensi tindak kriminal.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan warga dalam reses akan terus dikawal dan diperjuangkan agar dapat direalisasikan melalui program pembangunan Pemerintah Kota Bengkulu.

Halaman :

Terkini