Kota Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Persatuan Pembangunan Indonesia (PPI), Edi Hariyanto, menggelar kegiatan reses di Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Minggu (2/8). Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan yang selama ini mereka hadapi.
Reses dibuka oleh MC Yoga dan dihadiri perwakilan sejumlah instansi, yaitu Suratno, SE dari Dinas PUPR Kota Bengkulu, Devi dari BPJS Kesehatan, serta Galang, ST dari Dinas Perhubungan Kota Bengkulu.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh antusias, warga menyampaikan berbagai persoalan yang menjadi kebutuhan mendesak, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur, penerangan jalan hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Salah seorang warga menanyakan syarat masuk Sekolah Rakyat, program Presiden yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Masyarakat berharap program tersebut segera direalisasikan sehingga semakin banyak anak dapat memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya.
Persoalan lain yang menjadi perhatian warga adalah lampu penerangan jalan di sekitar Masjid RT 48 Kelurahan Kandang Mas yang hingga kini belum tersedia. Minimnya penerangan di kawasan tersebut dinilai memicu meningkatnya aksi pencurian sepeda motor dan membuat masyarakat merasa kurang aman saat beraktivitas pada malam hari.
Selain itu, warga juga mengeluhkan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai cukup memberatkan. Mereka berharap Pemerintah Kota Bengkulu dapat memberikan kebijakan pemutihan atau penghapusan denda PBB, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk melunasi kewajibannya.
Menurut warga, kebijakan tersebut tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena lebih banyak wajib pajak yang terdorong untuk membayar.
Di bidang kesehatan, masyarakat menyoroti pelayanan rumah sakit terhadap pasien kecelakaan. Warga menceritakan adanya pasien yang sempat ditolak di beberapa rumah sakit dengan alasan ruang perawatan penuh, mulai dari RSUD M. Yunus, RSHD Harapan dan Doa, hingga Rumah Sakit Medika. Pasien akhirnya mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara setelah memperoleh bantuan dari petugas yang dikenal keluarga.
Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta BPJS Kesehatan bersama pemerintah mencari solusi agar pasien, khususnya dalam kondisi darurat, dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan cepat tanpa harus berpindah-pindah rumah sakit.
Di sektor infrastruktur, warga RT 47 mengusulkan pembangunan jalan hotmix karena kondisi jalan yang rusak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Mereka juga meminta pembangunan dan normalisasi drainase untuk mengatasi genangan air yang sering terjadi saat musim hujan.
Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, Edi Hariyanto menegaskan bahwa setiap usulan masyarakat akan dicatat, dibahas, dan diperjuangkan melalui DPRD Kota Bengkulu bersama pemerintah daerah.
> "Reses adalah kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi, mulai dari Sekolah Rakyat, pelayanan BPJS, pembangunan jalan, drainase, lampu penerangan jalan hingga persoalan PBB akan kami kawal dan perjuangkan agar mendapat perhatian pemerintah sesuai skala prioritas," tegas Edi Hariyanto.