Bengkulu,IKOBENGKULU.COM,– Program Keluarga Berencana (KB) tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah meskipun angka kelahiran atau Total Fertility Rate (TFR) jauh menurun. Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate / TFR) di Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 2,30, yang berarti ada sekitar 2 hingga 3 anak yang dilahirkan oleh perempuan selama masa reproduksinya, potret tersebut menunjukkan KB mampu menekan populasi penduduk. Dan Indonesia telah mendekati angka pengganti (replacement level) sebesar 2,1 anak per perempuan. Penguatan program KB dinilai penting untuk menjaga keseimbangan struktur penduduk sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, mengatakan keberhasilan menurunkan angka kelahiran bukan berarti program KB telah selesai. Sebaliknya, upaya penguatan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar capaian tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan. Penguatan program KB tidak dapat lepas dari peran bidan. " Ada Bidan Ada KB, Ada KB Ada Bidan ". Mencapai 70 persen keberhasilan KB berkat peran dan campur tangan bidan,"ujar Zamhir.
Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, TFR Indonesia berada pada angka 2,13, mendekati tingkat pengganti sebesar 2,1, yang menunjukkan pertumbuhan penduduk semakin seimbang. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengoptimalkan bonus demografi melalui penguatan pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas penduduk.
"Program KB tetap diperkuat, kendati telah mendekati capaian angka penduduk tumbuh seimbang 2,1. Dan Bengkulu masih relevan untuk memperkuat program KB, karena TFR masih terbilang tinggi mencapai 2,30 anak," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr.H. Zamhir Setiawan., M.Epid dalam sambutannya pada " Workshop " Edukasi dan Simulasi Pemasangan Implan Serta Konseling Bagi Provider di Bengkulu,Kamis,(30/7/2026).
Penduduk tumbuh seimbang dimana kondisi kependudukan saat jumlah kelahiran dan kematian berada dalam keadaan seimbang dengan tingkat fertilitas total (Total Fertility Rate atau TFR) rata-rata 2,1 anak per wanita. TFR pada kisaran 2,1 merupakan kondisi ideal atau replacement level fertility, yakni setiap generasi mampu menggantikan jumlah penduduk generasi sebelumnya sehingga pertumbuhan penduduk berlangsung seimbang. Namun, kondisi tersebut tetap memerlukan penguatan kebijakan kependudukan karena tantangan pembangunan kini bergeser pada peningkatan kualitas penduduk, pencegahan stunting, penguatan ketahanan keluarga, serta kesiapan menghadapi bonus demografi dan penuaan penduduk.
Ia mengatakan, meskipun dampak dari TFR 2,1 akan terjadi Depopulasi atau penurunan jumlah penduduk mulai mengancam beberapa wilayah di Indonesia, dengan DKI Jakarta dan Bali diproyeksikan menjadi daerah yang paling awal terdampak. Namun Provinsi Bengkulu KB masih perlu. Sebab KB tidak semata-mata bertujuan menurunkan angka kelahiran, tetapi memastikan setiap kehamilan direncanakan, setiap persalinan berlangsung aman, dan setiap anak lahir dalam keluarga yang siap memberikan pengasuhan terbaik. Dengan demikian, kualitas keluarga akan semakin meningkat," ujar Kepala BKKBN Bengkulu.
Menurut Zamhir, BKKBN terus mendorong peningkatan akses pelayanan kontrasepsi berkualitas, memperluas penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), KB Pasca Persalinan meningkatkan peran laki-laki dalam program KB, serta memperkuat edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja melalui Program Generasi Berencana (GenRe) serta memperkuat edukasi program AMAN yaitu "Ayah Idaman."
Program Ayah Idaman (AMAN) Kemendukbangga adalah gerakan edukasi yang mendorong keterlibatan aktif suami dalam pendampingan kehamilan, pengasuhan anak, dan menyukseskan program KB pasca persalinan. KB Pasca Persalinan dapat membantu keluarga meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui langkah empat terlalu (4T). " Terlalu muda usia saat melahirkan, terlalu sering melahirkan, terlalu dekat jarak melahirkan dan terlalu tua usia saat melahirkan," sebut dr.H. Zamhir.(***)