IKOBENGKULU — Keramaian kawasan View Tower Kota Bengkulu turut memengaruhi omzet pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar kawasan tersebut. Meningkatnya jumlah pengunjung, terutama saat akhir pekan dan adanya event, menjadi momentum bagi pedagang untuk meningkatkan penjualan.
Bambang (51), pedagang es tebu yang telah berjualan di kawasan View Tower selama tiga tahun, mengatakan kondisi penjualannya tahun ini mengalami penurunan setelah Lebaran. Sementara saat Ramadan dan Lebaran, penjualannya meningkat seiring ramainya pengunjung.
“Kalau View Tower ramai, tentu berdampak juga ke dagangan saya dan yang lainnya. Setelah Lebaran ini penjualan agak menurun, waktu puasa dan Lebaran alhamdulillah meningkat,” kata Bambang, Kamis (30/7/2026).
Dalam kondisi normal, Bambang memperoleh omzet sekitar Rp150 ribu per hari. Namun, ketika kawasan View Tower ramai karena adanya event, omzetnya dapat meningkat hingga hampir Rp2 juta per hari. Salah satu momen peningkatan penjualan terjadi saat pelaksanaan Tabut.
Bambang sebelumnya berjualan di kawasan Sport Center. Ia kemudian pindah ke View Tower karena di lokasi sebelumnya sudah banyak pedagang yang menjual es tebu. Sementara di sekitar View Tower, ia melihat peluang karena hanya terdapat satu pedagang es tebu.
Hal serupa disampaikan Sunarno (54), pedagang es dawet dan mi ayam yang telah berjualan selama 14 tahun. Ia memilih berjualan di kawasan View Tower karena lokasinya ramai dan hingga saat ini tidak dikenakan biaya lapak.
Menurut Sunarno, pelanggannya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari polisi, mahasiswa, hingga pekerja kantoran yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut. Ia mengaku kondisi penjualan saat ini mengalami penurunan, tetapi tetap dapat memperoleh omzet sekitar Rp1 juta per hari dan lebih tinggi saat akhir pekan.
“Kalau View Tower ramai, seperti ada event atau saat Tabut, itu berdampak juga. Sabtu dan Minggu biasanya lebih ramai,” ujar Sunarno.
Meski tidak dikenakan biaya lapak, Sunarno mengatakan hujan menjadi salah satu kendala dalam berjualan karena kawasan tersebut dapat mengalami banjir. Ia berharap harga bahan pokok yang menjadi kebutuhan untuk berjualan dapat kembali turun karena kenaikan harga kebutuhan turut memengaruhi biaya usaha.
“Harapannya semoga harga bahan pokok untuk jualan bisa turun. Sekarang apa-apa naik, jadi mudah-mudahan harga kebutuhan pokok bisa turun,” katanya.
Sementara itu, Bambang berharap pedagang kaki lima (PKL) di kawasan View Tower dapat ditata dengan lebih baik agar lokasi berjualan menjadi lebih rapi dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
“Kalau bisa PKL di sini lebih ditata lagi lokasinya supaya lebih nyaman dan kondisinya lebih enak, sehingga jual beli juga bisa berjalan dengan tenang,” ujar Bambang.
Penulis: Shabrina Putri