Hari Kependudukan Sedunia 2026 Aspirasi Orang Muda Menentukan Masa Depan Bangsa

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:12:00 WIB
Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat (no 2 kiri) usai talk show Hari Kependudukan Sedunia 2026.

Bengkulu,IKOBENGKULU.COM, – Pada 11 Juli tiap tahun, Hari Kependudukan Sedunia (World Population Day) di peringati untuk meningkatkan kesadaran global , mendorong kualitas sumber daya manusia serta bertujuan mendukung pembangunan berkelanjutan. World Population Day atau hari kependudukan dapat menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pembangunan kependudukan tidak hanya berbicara tentang jumlah penduduk, tetapi juga tentang bagaimana memenuhi harapan dan aspirasi generasi muda sebagai penentu masa depan bangsa. Tahun ini, Hari Kependudukan Dunia mengangkat tema global "Mewujudkan Harapan dan Aspirasi Orang Muda Hari Ini dan untuk Masa Depan" (Realizing the hopes and aspirations of young people: today and for the future).

 

Tema tersebut menekankan pentingnya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada generasi muda agar mereka memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan, pekerjaan yang layak, serta kesempatan membangun keluarga sesuai dengan pilihan dan rencana hidup mereka. Hasil survei global menunjukkan mayoritas anak muda tetap memiliki keinginan untuk berkeluarga, namun sering kali menghadapi hambatan ekonomi, perumahan, dan ketidakpastian masa depan. Tuntutan tersebut sebagan hak warga negara yang tuangkan dalam UUD 1945.

 

"Pasal 28C, Pasal 28H, dan Pasal 31, yang mewajibkan negara memenuhi kebutuhan dasar, menyediakan pelayanan kesehatan, serta membiayai pendidikan dasar bagi seluruh warga negara."

 

Sejalan dengan tema tersebut, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat berbagai program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana melalui pendekatan yang berpusat pada manusia. Berbagai program seperti Generasi Berencana (GenRe), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), pembangunan keluarga, percepatan penurunan stunting, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

 

Hal itu disampaikan Ketua Tim Kerja 1 Bidang Pengelolaan Kependudukan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat., kepada pewarta usai acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Bengkulu, Rabu,(29/7/2026).

 

"Generasi muda yang sehat dan berkualitas adalah kunci utama untuk mengubah Bonus Demografi menjadi keuntungan besar bagi kemajuan ekonomi, bukan malah menjadi beban masa depan bangsa," kata Agus Veriansyah Dalimunthe.

 

Ia menambahkan, bahwa bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila generasi muda dipersiapkan dengan baik melalui pendidikan, kesehatan, keterampilan, serta kesempatan kerja yang memadai. "Anak muda bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku utama yang menentukan arah pembangunan bangsa. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus memastikan aspirasi mereka didengar dan diwujudkan melalui kebijakan yang inklusif," ujarnya.

 

Menurutnya, pembangunan keluarga menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang tangguh. Keluarga yang berkualitas akan melahirkan anak-anak yang sehat, memiliki karakter kuat, serta siap menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.

 

Bengkulu, kata Agus memiliki peluang besar meraih bonus demografi. Di mana struktur penduduk usia produktif di Bengkulu mendominasi sekitar 69 persen dari total jumlah penduduk, menjadikannya modal utama dalam meraih bonus demografi. Potensi besar ini menuntut kesiapan kualitas sumber daya manusia agar tidak berubah menjadi beban sosial. Populasi penduduk Provinsi Bengkulu mencapai sekitar 2,14 juta jiwa pada tahun 2025, dengan kelompok umur yang didominasi oleh usia muda dan produktif.

 

"Kelompok usia produktif (15–64 tahun) mencakup hampir 70 persen dari total populasi, dengan bagian besar disokong oleh kelompok usia muda dan usia kerja aktif. Dengan rasio ketergantungan rendah, di mana jumlah kelompok usia non produktif yang lebih kecil dibanding usia kerja. Kondisi tersebut memberikan ruang fiskal bagi keluarga dan pemerintah," ujar Agus.

 

Dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Sedunia tingkat daerah, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan komitmennya dalam mengawal arah pembangunan manusia berkelanjutan melalui peluncuran Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJ PK) 2025–2029. Dokumen panduan strategis lima tahunan ini hadir sebagai arah kebijakan komprehensif untuk mengelola kuantitas, meningkatkan kualitas, serta menata persebaran penduduk secara terintegrasi di seluruh Indonesia. Khusus bagi Provinsi Bengkulu, implementasi peta jalan ini menjadi momen krusial untuk mengoptimalkan potensi bonus demografi lokal, mempercepat penurunan angka stunting, serta menyelaraskan daya dukung lingkungan dengan persebaran penduduk agar tercipta keluarga yang tangguh, berkualitas.

 

Momentum Hari Kependudukan Sedunia ini juga menjadi pengingat bahwa investasi terbaik bagi bangsa adalah memberikan ruang, kesempatan, dan perlindungan kepada generasi muda agar mampu mewujudkan harapan mereka, baik untuk kehidupan saat ini maupun masa depan yang lebih sejahtera.(***)

Tags

Terkini