Akselerasi Pembangunan Keluarga, Optimalisasi Program Prioritas Kemendukbangga di Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 08:23:00 WIB
Deputi KBPK Kemendukbangga/BKKBN Nopian Andusti,S.E., M.T (kanan) saat bersama Wakil Bupati Seluma Drs. Gustianto,(Kamis,23/7/2026)

Bengkulu,IKOBENGKULU.COM,-Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nopian Andusti, S.E., M.T menjelang akhir Juli-2026 turun gunung. Kunjungan kerjanya yang berlangsung selama dua hari di Provinsi Bengkulu sambangi dua daerah kabupaten, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan dalam upaya optimalisasi lima program prioritas kementerian kependudukan sebagai langkah dan strategi percepatan pembangunan kependudukan melalui keluarga berketahanan.

 

Deputi KSPK Nopian Andusti diterima langsung pimpinan daerah setempat, di Kabupaten Seluma Wakil Bupati Drs. Gustianto didampingi Asisten bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Seluma H. Hendarsyah, S.I.P., M.T.Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Seluma Sumiati, S.E., M.M dan jajaran. Dan Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin, S.Sos.,
menyambut kunjungan kerja Deputi KSPK di Rumah Dinas Bupati, Jumat, 24/7/2026).

 

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan implementasi berbagai program prioritas yang berorientasi pada peningkatan kualitas keluarga di tanah air. Deputi Nopian menekankan pentingnmya sinergitas pemerintah lintas daerah, pusat maupun pemerintah daerah kabupaten/kota juga tak kalah penting sinergi bersama pemerintah provinsi. Dan bahkan hingga seluruh pemangku kepentingan agar program dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat," ujar Nopian.

 

" Keberhasilan prorgam Kemendukbangga sangat ditentukan oleh kolaborasi bersama semua unsur. Seluruh jajaran Kemendukbangga harus memiliki motivasi yang kuat untuk memastikan setia sasaran menerima layanan yang berkualitas," kata Nopian.

 

Ia menjelaskan, lima program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN terdiri dari GENTING, TAMASYA, dan GATI. MBG 3B. Program-program ini dirancang untuk memperkuat kualitas keluarga dan sumber daya manusia di Indonesia," kata Deputi.

 

" Genting (Geraka orang tua asuh cegah stunting),menggalang partisipasi aktif masyarakat dan pihak penolong sebagai orang tua asuh untuk memberikan intervensi gizi bagi anak-anak risiko stunting. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) memfasilitas pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan ramah tumbuh kembang anak bagi keluarga yang bekerja.

 

GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) mendorong keterlibatan aktif figur ayah dalam pengasuhan anak dan pendampingan keluarga secara utuh. SIDAYA (Lansia Berdaya) untuk meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan kemandirian lanjut usia agar tetap produktif di tengah keluarga dan masyarakat. Serta pendampingan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B.

 

Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin, S.Sos menyebutkan pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengakselerasi pelaksanaan lima program prioritas Kemendukbangga. Pemerintah kabupaten berkomitmen memberikan dukungan penuh, mulai dari penguatan data, sumber daya manusia, hingga kolaborasi lintas sektor agar seluruh program dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat."

 

"Pembangunan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, kami akan terus mendorong keterlibatan seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, kader, serta mitra kerja untuk menyukseskan program percepatan penurunan stunting, penguatan kualitas keluarga, pelayanan keluarga berencana, pembangunan kependudukan, dan pembinaan generasi muda yang berkualitas," kata Rifai.

 

Sementara itu secara terpisah Wakil Bupati Seluma Drs. Gustianto, mengatakan lima program prioritas Kemendukbangga sangat relevan dengan kebutuhan daerah. Dan perlu mengintegrasikannya ke dalam perencanaan pembangunan daerah sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran."

 

"Kolaborasi adalah kunci keberhasilan. Kedepan makin semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh KB, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, perguruan tinggi, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun keluarga yang berkualitas, mandiri, dan sejahtera."(***)

Tags

Terkini