IKOBENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menggelar peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang diikuti insan koperasi se-Kota Bengkulu di Gedung Merah Putih, Kelurahan Pekan Sabtu, Selasa (28/7/2026).
Peringatan Harkopnas tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran koperasi dalam mendorong perekonomian masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat pengurus koperasi dalam menjalankan usaha serta memenuhi kewajiban organisasi.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Bengkulu, Nelawati, mengatakan jumlah koperasi yang tercatat di Kota Bengkulu saat ini mencapai sekitar 1.005 koperasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 koperasi masih aktif menjalankan kegiatan usaha. Sementara itu, sekitar 247 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Ia menjelaskan, sejumlah koperasi tidak lagi aktif karena berbagai faktor, seperti pengurus yang telah meninggal dunia maupun mengundurkan diri dari kepengurusan. Selain itu, terdapat koperasi yang telah menunjuk pengurus baru, tetapi belum menjalankan kegiatan usaha dan belum menyelesaikan proses pengesahan kepengurusan.
Nelawati mengatakan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap koperasi agar tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya, baik di sektor simpan pinjam maupun bidang usaha lainnya.
“Kami selalu melakukan pendampingan dan pembinaan. Kami berharap koperasi yang ada di Kota Bengkulu tetap menjalankan kegiatan usahanya, baik simpan pinjam maupun usaha lainnya, serta melaksanakan RAT tepat waktu,” ujarnya.
Selain pembinaan, pemerintah juga mendorong koperasi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi melalui penerapan sistem digital dalam pengelolaan koperasi.
Menurut Nelawati, digitalisasi diperlukan agar koperasi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sistem pengelolaan manual dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota.
“Koperasi saat ini harus mulai menyesuaikan diri dengan digitalisasi. Artinya, pengelolaan tidak bisa lagi sepenuhnya dilakukan secara manual. Koperasi diharapkan dapat memanfaatkan teknologi dan menggunakan sistem digital,” tutupnya.
Melalui peringatan Harkopnas ke-79, koperasi di Kota Bengkulu diharapkan terus berkembang, meningkatkan kualitas pengelolaan, serta memperkuat perannya dalam mendukung ekonomi masyarakat.
Penulis: Fiza Pratisya Zuinara