Solusi Limbah Rumah Tangga, Mahasiswa KKN UNIB Latih Warga Tenangan Olah Sampah Organik Jadi Eco-Enzyme

Senin, 27 Juli 2026 | 22:00:40 WIB
Warga dan anggota PKK Desa Tenangan mempraktikkan pembuatan cairan eco-enzyme dari limbah organik rumah tangga disaksikan mahasiswa KKN Universitas Bengkulu (UNIB) Kelompok 54 di Desa Tenangan, Seluma Timur, Kabupaten Seluma, Sabtu (27/6/2026). Pelatihan

SELUMA — Masalah pencemaran limbah rumah tangga di Desa Tenangan, Kecamatan Seluma Timur, Kabupaten Seluma, mulai menemukan solusi ramah lingkungan. Sebanyak 31 warga yang terdiri dari perangkat desa, anggota PKK, Karang Taruna, hingga Majelis Taklim mengikuti pelatihan pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme, Sabtu (27/6/2026).

Program yang diinisiasi oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 108 Universitas Bengkulu (UNIB) Kelompok 54 ini hadir berkat observasi lapangan. Selama ini, sebagian besar sampah dapur di Desa Tenangan dibuang tanpa pengelolaan sehingga memicu bau tak sedap dan berpotensi merusak lingkungan pemukiman.

Koordinator Desa KKN UNIB Kelompok 54, Tengku Abdul Zikri Maulana, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah organik dari limbah berbahaya menjadi komoditas bernilai guna.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat Desa Tenangan sadar bahwa sampah organik memiliki potensi diolah menjadi produk ramah lingkungan bahkan bernilai ekonomi. Semoga inovasi sederhana ini terus dikembangkan secara mandiri," ujar Zikri.

Warga dan anggota PKK Desa Tenangan mempraktikkan pembuatan cairan eco-enzyme dari limbah organik rumah tangga disaksikan mahasiswa KKN Universitas Bengkulu (UNIB) Kelompok 54 di Desa Tenangan, Seluma Timur, Kabupaten Seluma, Sabtu (27/6/2026). Pelatihan ini bertujuan mengedukasi masyarakat dalam mengolah sampah dapur menjadi produk serbaguna dan bernilai ekonomi guna mengurangi pencemaran lingkungan desa. (Foto: Dok. KKN UNIB Kelompok 54 )

Gandeng Komunitas Lingkungan dan Terapkan Praktik Langsung
Guna memberikan pemahaman mendalam, mahasiswa KKN UNIB menggandeng Kelompok VandaKite, sebuah komunitas pemerhati lingkungan yang aktif dalam pengelolaan limbah dan bank sampah. Dua narasumber dihadirkan, yakni Direktur Utama Bank Sampah VandaKite, Widia Kurniati, serta Ketua Kelompok Tani Hutan VandaKite, Christina.

Selain mendapatkan pembekalan teori mengenai manfaat eco-enzyme, para peserta diajak langsung mempraktikkan proses fermentasi limbah buah dan sayuran dapur. Hasil olahan praktik tersebut diserahkan kepada Pemerintah Desa Tenangan untuk dipantau proses fermentasinya dan dijadwalkan panen pada 27 September 2026 mendatang.

Tak hanya berhenti pada cairan dasar eco-enzyme, warga juga diperkenalkan pada berbagai produk turunan hasil olahan fermentasi yang bernilai ekonomis, seperti sabun mandi batang, sabun cuci piring, detergen cair, hingga pupuk organik cair (POC).

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan, tim pendamping turut membagikan sampel pupuk cair organik kepada sejumlah warga untuk diaplikasikan langsung pada tanaman pertanian mereka.

Program pemberdayaan masyarakat yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ida Agus Setiawati, S.Sos., M.Sos. ini diharapkan dapat membangun kebiasaan baru di Desa Tenangan menuju kawasan yang lebih bersih, sehat, dan mandiri secara lingkungan. ***

Terkini