IKOBENGKULU – Musim kemarau yang mulai berlangsung sejak Juni 2026 berdampak pada aktivitas pertanian di sejumlah wilayah Kota Bengkulu. Minimnya pasokan air membuat petani kesulitan mengolah sawah, sementara saluran irigasi yang mengalami pendangkalan semakin memperburuk kondisi.
Salah seorang petani, Soeparno (77), mengatakan kendala terbesar yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya aliran air dari Air Dendam menuju lahan persawahan. Menurutnya, saluran irigasi yang dipenuhi pasir dan sampah membuat air tidak dapat mengalir secara maksimal ke sawah milik petani.
"Masalahnya sekarang air. Irigasi sudah dangkal karena banyak pasir dan sampah, sehingga air dari Air Dendam dibuka pun tidak sampai ke sawah kami," ujar Soeparno saat ditemui, Senin (27/7).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut memaksa sebagian petani mencari sumber air lain agar lahan tetap dapat diolah.
Sebagian petani akhirnya memanfaatkan air limbah yang mengalir dari kawasan permukiman sebagai alternatif untuk mengairi sawah. Meski air tersebut keruh dan bercampur limbah rumah tangga, petani tetap menggunakannya agar lahan tidak mengalami kekeringan.
Petani lainnya, Apri (53), mengatakan musim kemarau juga menghambat proses pembajakan sawah karena lahan belum memperoleh pasokan air yang cukup. Menurutnya, hanya petani yang berada di bagian hulu saluran irigasi yang sudah bisa mulai mengolah lahannya.
"Kemarau membuat kami susah membajak sawah karena tidak ada air. Sekarang ada yang sudah membajak karena mendapat air dari hulu Air Dendam, sedangkan kami yang berada di bagian ujung sampai sekarang belum bisa membajak sawah," kata Apri.
Selain kekurangan air, Soeparno mengungkapkan masih ada saluran irigasi yang rusak sehingga air tidak dapat bertahan di sawah. Ia mengatakan sebagian lahannya sudah dibajak, tetapi masih ada satu petak yang belum dapat diolah karena tanggul saluran air jebol.
Soeparno berharap pemerintah segera melakukan normalisasi saluran irigasi dan memperbaiki jaringan yang rusak agar distribusi air kembali lancar. "Harapan kami tetap bisa tanam padi walaupun kemarau. Mudah-mudahan irigasi segera diperbaiki supaya semua petani bisa mendapatkan air secara merata," tutupnya.
Penulis : (Yeyen)