IKOBENGKULU – Musim kemarau mulai berdampak pada warga yang masih mengandalkan sumur sebagai sumber air bersih. Berkurangnya curah hujan membuat debit air sumur menurun, bahkan di beberapa lokasi air mulai keruh sehingga mengganggu kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga, Saeful, mengatakan penurunan debit air mulai dirasakan sejak akhir Juni 2026. Menurutnya, air kini lebih cepat surut dibanding saat musim hujan sehingga ia harus menambah panjang pipa pompa.
"Sejak akhir Juni debit air sumur mulai berkurang. Air sekarang lebih cepat menyusut dan kadang keruh bahkan menghitam, jadi saya lebih sering menggunakan air PDAM. Semoga sumur tidak sampai kering total dan kualitas air tetap bagus," ujar Saeful. Senin (27/7/2026).
Hal serupa disampaikan Jaya. Ia mengaku sejak awal Juli debit air sumurnya terus berkurang hingga beberapa aktivitas rumah tangga harus ditunda.
"Sejak awal Juli debit air sudah mulai berkurang dibanding musim hujan. Saya sempat menunda mencuci pakaian dan menyiram tanaman karena air tidak mencukupi. Semoga sumur tidak sampai mengering agar penggunaan air PDAM tetap terkontrol," kata Jaya.
Kondisi ini membuat sebagian warga mulai beralih menggunakan air PDAM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat pun diimbau menghemat penggunaan air selama musim kemarau, sementara pemerintah diharapkan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Penulis : Alam