IKOBENGKULU – Usaha pencucian kendaraan Steam Motor Kito-Kito di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Kandang, RT 02 RW 01, Kota Bengkulu, menawarkan layanan cuci motor dengan metode touchless atau tanpa sentuh. Metode ini diklaim mampu membersihkan kendaraan lebih cepat tanpa menggosok bodi motor sehingga meminimalkan risiko lecet pada cat.
Pemilik Steam Motor Kito-Kito, Andika Sapi Prang, mengatakan usahanya telah beroperasi sejak tahun 2021 dan hingga kini terus melayani masyarakat dengan mengutamakan kualitas pelayanan.
“Usaha steam saya ini sudah berjalan lebih kurang lima setengah tahun. Saya mulai membuka usaha ini pada tahun 2021,” ujar Andika saat diwawancarai, Selasa (21/7/2026).
Menurut Andika, metode tanpa sentuh memanfaatkan cairan pembersih khusus yang bekerja mengangkat kotoran tanpa perlu digosok. Setelah disemprot air, motor diberi cairan sabun khusus, didiamkan selama satu hingga dua menit, kemudian dibilas dan dikeringkan menggunakan kanebo.
“Kalau steam motor biasa cara kerjanya digosok. Kalau tanpa sentuh ini, mulai dari penyemprotan air, penyemprotan sabun, hingga pembilasan tidak disentuh sama sekali. Sentuhan hanya saat mengeringkan menggunakan kanebo,” jelasnya.
Ia menambahkan, metode tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pencucian konvensional, di antaranya lebih praktis, menghemat waktu, dan aman bagi cat kendaraan.
“Keuntungannya, motor tidak lecet dan waktunya lebih singkat. Produk yang kami gunakan juga sudah memiliki SOP sehingga aman untuk kendaraan,” katanya.
Selama menggunakan metode tersebut, Andika mengaku belum pernah menerima keluhan dari pelanggan terkait kerusakan cat maupun mesin kendaraan.
“Alhamdulillah selama lima setengah tahun menggunakan produk ini, konsumen tidak ada yang komplain mengenai cat ataupun kerusakan mesin,” ungkapnya.
Dalam sehari, Steam Motor Kito-Kito melayani sekitar 20 hingga 25 unit sepeda motor pada hari biasa. Jumlah pelanggan biasanya meningkat saat akhir pekan.
“Kalau hari biasa sekitar 20 sampai 25 motor. Kalau Sabtu dan Minggu bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.
Proses pencucian sendiri memerlukan waktu sekitar 10 hingga 20 menit, tergantung tingkat kekotoran kendaraan. Untuk tarif, pelanggan dikenakan biaya Rp15.000 untuk motor kecil dan Rp20.000 untuk motor berukuran besar.
Meski operasional usaha berjalan lancar, Andika mengakui kendala yang paling sering dihadapi berasal dari peralatan pencucian.
“Kalau kendala di pencucian, alhamdulillah tidak ada. Paling kalau ada masalah hanya di mesin yang dipakai untuk operasional,” katanya.
Ke depan, Andika berharap usahanya dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga berharap para pelaku usaha steam motor di Kota Bengkulu dapat terus maju bersama.
“Semoga usaha saya ke depannya lebih maju, lebih konsisten, dan teman-teman yang memiliki usaha steam motor juga sama-sama berkembang sehingga usaha kecil seperti ini bisa terus tumbuh di Kota Bengkulu,” tutupnya.
Penulis: Ade