Bengkulu - Perum BULOG Kantor Wilayah Bengkulu mencatat penyerapan gabah dan beras sebanyak 4.069 ton sepanjang Musim Tanam (MT) I 2026. Jumlah tersebut setara 127 persen dari target nasional untuk Provinsi Bengkulu yang ditetapkan sebesar 3.185 ton pada 2026.
Capaian itu disampaikan dalam Rapat Analisa dan Evaluasi Serap Gabah/Beras MT I sekaligus Persiapan Serap Gabah/Beras MT II Tahun 2026 di Bengkulu, Selasa (21/7/2026).
Rapat dipimpin Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bengkulu, Dody Syahrial. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, mitra pengadaan gabah dan beras BULOG, Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Korem 041/Garuda Emas, serta penyuluh pertanian dari sejumlah kabupaten.
Dody mengatakan keberhasilan melampaui target tidak terlepas dari kerja sama antara BULOG, pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi teknis, mitra penggilingan dan penyuluh pertanian.

“Alhamdulillah, capaian serap gabah dan beras pada Musim Tanam I telah mencapai 4.069 ton atau 127 persen dari target yang diberikan kepada Provinsi Bengkulu,” kata Dody.
Menurutnya, penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai potensi dan perkembangan panen di lapangan. Informasi tersebut menjadi dasar bagi BULOG untuk melakukan penyerapan secara cepat dan tepat.
“Ke depan, kami berharap sinergi ini semakin diperkuat untuk menghadapi Musim Tanam II Tahun 2026. Dengan demikian, hasil panen petani dapat terserap secara optimal, memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah,” ujarnya.
Petakan Potensi Panen MT II
Selain mengevaluasi penyerapan pada MT I, rapat tersebut membahas sejumlah strategi menghadapi MT II 2026. Pembahasan meliputi pemetaan potensi panen di setiap kabupaten, kesiapan sarana pendukung, koordinasi dengan mitra penggilingan padi, serta penguatan peran penyuluh pertanian.
BULOG Bengkulu menegaskan akan terus memberikan kepastian penyerapan hasil panen petani sesuai dengan ketentuan pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga harga gabah di tingkat petani dan memastikan ketersediaan stok beras pemerintah.
Pada hari yang sama, BULOG Bengkulu juga menghadiri panen jagung yang diselenggarakan Polda Bengkulu. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendukung penguatan ketahanan pangan dan program swasembada pangan nasional.
BULOG optimistis penyerapan gabah dan beras pada MT II 2026 dapat berjalan lebih optimal. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, Bank Indonesia, instansi teknis, penyuluh pertanian dan mitra kerja diharapkan mampu memperkuat cadangan beras pemerintah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Bengkulu.