BENGKULU TENGAH – Organisasi pemuda Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Provinsi Bengkulu memperkuat basis kaderisasi wilayah lewat penyelenggaraan Pelatihan Tunas 1 dan 2 di Kabupaten Bengkulu Tengah. Agenda ini dirancang sebagai pembinaan taktis untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter dan memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat.
Pelatihan yang diikuti oleh pengurus cabang dari kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu ini difokuskan pada penguatan kapasitas diri serta penanaman mentalitas pengabdian masyarakat.
Ketua Pengurus Daerah TIDAR Provinsi Bengkulu, Sandhy Cahyadi, menegaskan bahwa kaderisasi ini bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk pemimpin masa depan yang berakar pada kepentingan publik, bukan pencarian keuntungan pribadi.

“Hari ini kita bukan sekadar mengikuti pelatihan. Hari ini kita sedang menyalakan api perjuangan. Organisasi tidak akan besar hanya karena jumlah anggotanya, tetapi karena kualitas kader yang dimiliki. Jangan bertanya apa yang akan saya dapatkan dari organisasi. Tetapi tanyakanlah apa yang bisa saya berikan kepada masyarakat melalui TIDAR,” ujar Sandhy saat memberikan sambutan.
Sandhy menambahkan, keberhasilan seorang kader tidak diukur dari jabatan struktural yang berhasil diraih, melainkan dari seberapa besar manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya filosofi Lima Cinta TIDAR—yaitu cinta diri, cinta sesama, cinta belajar, cinta kesantunan, dan cinta Indonesia—sebagai kompas moral pergerakan kader.

Langkah kaderisasi ini mendapat dukungan penuh dari tingkat pusat. Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Pengurus Pusat TIDAR, Idhan Alvi Sahrin, menyoroti potensi besar demografi di Bengkulu Tengah, di mana kelompok muda mendominasi lebih dari 40 persen dari total populasi penduduk.
Menurut Idhan, jejaring organisasi yang membentang luas harus dimanfaatkan kader untuk membangun kolaborasi strategis, termasuk pengembangan potensi ekonomi daerah.
Melalui organisasi ini kita saling mengenal, saling belajar, bahkan bisa membangun peluang usaha bersama. Potensi daerah yang dimiliki kader bisa dikolaborasikan dengan daerah lain sehingga memberikan manfaat ekonomi, kata Idhan.
Pelatihan Tunas 1 dan 2 ini dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pembina TIDAR Provinsi Bengkulu yang juga Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto. Sebagai kepala daerah, Rachmat menekankan pentingnya bagi struktur pemerintahan dan organisasi untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi inovasi anak muda.
“Yang kita butuhkan hari ini adalah keberanian memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk berekspresi, berinovasi, dan mengembangkan bakat yang mereka miliki, tutur Rachmat. Ia berbagi pengalaman bahwa bekal organisasi yang dipupuk sejak usia muda merupakan elemen kunci yang membentuk kompetensi kepemimpinannya saat ini”. katanya.
Ketua TIDAR Kabupaten Bengkulu Tengah, Ary Rahmad, selaku tuan rumah pelaksana, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan ke wilayahnya. Ia berharap pelatihan intensif ini mampu melahirkan simpul-simpul pemimpin muda baru yang siap menjadi motor penggerak pembangunan di daerah masing-masing. ***