IKOBENGKULU – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Biosolar mulai berdampak pada aktivitas sopir truk di Kota Bengkulu. Sejumlah sopir mengaku harus mengantre lebih lama di SPBU untuk mendapatkan solar, sehingga waktu operasional dan distribusi barang ikut terganggu. Kondisi antrean solar di sejumlah SPBU di Bengkulu juga dilaporkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Salah seorang sopir truk, Apri (42), mengatakan dirinya harus datang sejak pagi untuk mendapatkan solar karena khawatir stok cepat habis. "Kalau datang agak siang, biasanya antrean sudah panjang. Kadang harus menunggu berjam-jam sebelum bisa mengisi solar, ujarnya saat ditemui di kawasan Sebakul, Rabu 8 Juli 2026.
Menurut Andi, lamanya antrean membuat jadwal pengiriman barang menjadi tidak menentu. Dalam sehari, ia mengaku jumlah perjalanan yang biasanya dapat dilakukan harus berkurang karena banyak waktu habis di SPBU.
Keluhan serupa disampaikan Rian (38), sopir angkutan barang lainnya. Ia berharap distribusi solar subsidi segera kembali normal agar aktivitas angkutan tidak terganggu. “Kalau stok lancar, kami bisa bekerja seperti biasa. Sekarang waktu banyak habis untuk mengantre,” katanya.
Selain berdampak pada sopir angkutan barang, antrean kendaraan berbahan bakar solar juga menyebabkan kepadatan di sejumlah SPBU pada jam-jam tertentu. Kondisi ini membuat sebagian pengendara memilih menunggu di sekitar lokasi SPBU hingga pasokan kembali tersedia. Laporan mengenai antrean Biosolar di SPBU Kota Bengkulu juga beredar dalam beberapa hari terakhir.
Masyarakat berharap pasokan Biosolar dapat kembali normal sehingga distribusi barang dan aktivitas ekonomi di Kota Bengkulu tidak terus mengalami hambatan.
Penulis: Ade Saputra