IKOBENGKULU – Sebuah wawancara mendalam dilakukan oleh Raihan Fitra Nolisca, seorang mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu soal eksistensi Penjahit Gina Gisa.
Nama "Gina Gisa" sendiri diambil dari nama anak kembar sang pemilik usaha. Penjahit Gina Gisa menawarkan berbagai layanan pembuatan busana, mulai dari pakaian harian hingga seragam kedinasan. Berbagai baju dinas yang kerap diproduksi di sini meliputi baju PDH, seragam Polri, TNI, hingga pakaian dinas Pemda. Meski melayani berbagai jenis pakaian,
Produk yang menjadi best seller atau paling banyak dipesan di tempat ini adalah baju-baju untuk pesta, salah satunya adalah kemeja batik. Keunggulan utama yang membedakan Penjahit Gina Gisa dengan penjahit lainnya terletak pada kualitas jahitan yang lebih rapi serta proses pengerjaan yang cepat.
Sistem pelayanannya pun mempermudah konsumen, di mana pelanggan dapat langsung datang ke toko untuk melakukan pengukuran agar proses pengerjaan bisa langsung dilakukan.
Selain itu, konsultasi juga dapat dilakukan terlebih dahulu melalui saluran telepon. Usaha ini memiliki sejarah perjalanan yang cukup panjang. Penjahit Gina Gisa pertama kali merintis usahanya di Kota Palembang pada sekitar tahun 2007 atau 2008.
Setelah beberapa tahun beroperasi di sana, usaha ini kemudian memutuskan untuk pindah dan menetap di Kota Bengkulu pada kisaran tahun 2014 atau 2015. Saat ini, workshop Penjahit Gina Gisa berlokasi di Jalan Seruni, Padang Harapan, tepat di samping Masjid Al-Iman.
Toko ini beroperasi setiap hari dengan jam buka normal dimulai dari pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB atau 08.30 WIB. Untuk jam penutupan toko, saat ini Penjahit Gina Gisa biasanya menyudahi operasionalnya setelah waktu magrib, atau sekitar pukul 19.00 WIB.
Dalam menjalankan operasional sehari-hari, pemilik usaha dibantu oleh adiknya serta rekan-rekan lain yang siap sedia membantu ketika pesanan sedang menumpuk.
Target pasar dari Penjahit Gina Gisa mencakup seluruh kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah, pegawai kantoran, hingga instansi kepolisian.
Skala pelanggan tempat jahit ini pun sudah menembus luar Kota Bengkulu. Banyak pelanggan dari kepolisian yang memesan dari wilayah Kaur hingga Muko-Muko.
Bahkan, hasil jahitan Gina Gisa berupa batik haji dan batik umrah tercatat sudah pernah dibawa dan dipakai oleh pelanggan hingga ke luar negeri.
Tingkat keramaian orderan di tempat ini mengalami puncaknya pada momen tahun ajaran baru sekolah, di mana pesanan seragam sekolah melonjak tajam, disusul oleh pesanan baju pernikahan. Terkait penentuan harga, Penjahit Gina Gisa menetapkan tarif per baju atau per setel pakaian dengan menyesuaikan ukuran tubuh konsumen.
Jika terjadi kenaikan harga bahan baku seperti kain dasar atau benang di pasaran, tarif jahitan biasanya akan disesuaikan dengan kenaikan sekitar 10% hingga 20%.
Profesi menjahit ini terus ditekuni karena dinilai cukup menguntungkan, tidak memerlukan kerja fisik yang menguras tenaga di bawah terik matahari, serta lebih banyak mengandalkan kreativitas, keterampilan, dan pemikiran.
Proses pelayanan di Penjahit Gina Gisa berjalan terstruktur: dimulai dari kedatangan konsumen, proses pengukuran baju, penyepakatan waktu penyelesaian, hingga penyerahan baju yang telah selesai dijahit kepada konsumen.
Penulis : Raihan Fitra Nolisca