IKOBENGKULU - Manajemen InJourney Airports Cabang Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu memfasilitasi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal melalui agenda Bazar UMKM dan Food Culinary. Kegiatan bertajuk War From Airport yang berlangsung pada 8 hingga 11 Juli 2026 ini menghadirkan beragam varian kuliner khas hingga jajanan kekinian di area bandara.
General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, menyampaikan bahwa pembukaan bazar ini merupakan langkah nyata manajemen dalam menghidupkan perekonomian masyarakat sekaligus memberikan ragam pilihan bagi pengguna jasa penerbangan.
"Kita coba meramaikan suasana dengan menampilkan UMKM yang ada di Kota Bengkulu, sehingga menambah pilihan belanja untuk pengunjung Bandara Fatmawati Soekarno. Tentunya hal-hal positif seperti ini, kami dari manajemen InJourney Airports memohon dukungan instansi pemerintah dan seluruh stakeholder agar kita bisa memberikan manfaat yang maksimal bagi Provinsi Bengkulu," ujar Trisna Wijaya, Rabu (8/7/2026).
Panitia Acara, Prasitika Tri Wahyuni (26), menjelaskan secara mendalam latar belakang diselenggarakannya agenda ini. Ia mengungkapkan bahwa pihak bandara sebenarnya sudah memiliki wadah dan kebiasaan (support) untuk menggelar kegiatan-kegiatan keramaian seperti ini sejak beberapa tahun lalu.
"Sebenarnya dari pihak bandara sendiri meng-hobi-kan dan mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, yang dulu pernah dilaksanakan beberapa tahun lalu. Jadi hadirnya acara kali ini adalah untuk mengulang kembali kegiatan positif yang sama," jelas Prasitika saat ditemui di lokasi acara.
Lebih lanjut, Prasitika menerangkan alasan di balik penggabungan konsep turnamen e-sport dengan bazar kuliner UMKM.
Menurutnya, perpaduan dua event ini dirancang secara strategis agar dapat menarik massa yang lebih luas, sehingga berdampak langsung pada perekonomian.
"Kenapa e-sport ini digabung sama UMKM? Ya tujuannya untuk menaikkan pendapatan bandara dan yang paling utama juga menaikkan pendapatan masyarakat di sekitar sini. Kalau dilihat dari respon masyarakat di hari pertama ini, alhamdulillah cukup antusias dan lumayan ramai pengunjung yang datang. Dan seperti bisa dilihat sendiri di stan-stan, makanan yang disajikan UMKM kita ini enak-enak semua," tambah Prasitika.
Dampaknya Dirasakan Langsung oleh Pedagang dan Pengunjung
Pantauan di lapangan pada hari pertama, Rabu (8/7) pukul 10.27 WIB, deretan stan UMKM tampak ramai dipadati pengunjung. Antusiasme masyarakat ini membawa angin segar bagi para pedagang lokal.
Salah seorang pelaku UMKM penjual minuman dingin, Kauliya Pitri (16), mengaku sangat terbantu dengan adanya bazar ini. Menurutnya, fasilitas lapak di area bandara menjadi solusi tepat di tengah sepinya lokasi usahanya yang lama di kawasan Balai Buntar.
"Sangat terbantu sih. Ini sudah kedua kalinya kami ikut event bazar di bandara. Antusiasme hari pertama alhamdulillah bagus dan ramai, jadi bikin makin semangat. Varian paling laris di stan kami ada Thai tea dan mangga," tutur Kauliya.
Dukungan terhadap geliat UMKM ini juga mengalir dari Ikatan Istri Karyawan Angkasa Pura Indonesia (IIKAPI) Bandara Fatmawati Soekarno. Ketua IIKAPI Bandara Fatmawati, Trinandi Driansari, menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dan berkolaborasi mendampingi agenda pemberdayaan UMKM di lingkungan bandara usai pembentukan pengurus baru.
Kehadiran bazar ini pun disambut hangat oleh masyarakat umum. Yeni dan Wina, dua orang pengunjung yang sengaja datang untuk berburu kuliner, mengaku terkesan dengan aneka hidangan yang ditawarkan.
"Tahu informasi dari teman, sengaja datang ke sini mau jajan karena pilihannya banyak dan harganya murah-murah. Tadi kami beli lontong sama Thai tea.
Suasananya ramai dan meriah banget," pungkas Yeni.
Melalui kolaborasi antara manajemen bandara, IIKAPI, dan para pelaku UMKM lokal, Bazar UMKM dan Food Culinary di Bandara Fatmawati Soekarno diharapkan dapat menjadi stimulus positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Agenda yang dijadwalkan berlangsung hingga 11 Juli 2026 ini tidak hanya memberikan ruang promosi bagi produk lokal, tetapi juga menjadi alternatif hiburan dan pilihan wisata kuliner yang inklusif bagi warga Kota Bengkulu maupun para pengguna jasa transportasi udara.
Penulis:Shabrina Putri Zakirah