Turnamen Mobile Legends Meriahkan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Jadi Wadah Pengembangan Bakat Esport

Rabu, 08 Juli 2026 | 14:00:00 WIB
Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menggelar Turnamen Mobile Legends bertajuk War From Airport Reborn pada 8–9 Juli 2026.

IKOBENGKULU – Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menggelar Turnamen Mobile Legends bertajuk War From Airport Reborn pada 8–9 Juli 2026. Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian Airport Reborn tersebut diikuti sejumlah tim esports dari berbagai daerah dan memperebutkan total hadiah (prize pool) sebesar Rp3 juta, serta piagam, piala bergilir, dan uang pembinaan.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, mengatakan turnamen ini diselenggarakan sebagai wadah bagi para pemain esports untuk mengaktualisasikan diri, meningkatkan semangat berkompetisi, sekaligus mengukur kemampuan yang dimiliki di bidang esports.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi para pemain esports untuk menunjukkan kemampuan dan mengukur skill mereka." ujarnya.

Selain turnamen Mobile Legends, rangkaian Airport Reborn juga diisi dengan bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha di sekitar bandara serta pemberian bantuan kepada sanggar budaya tari di Bengkulu. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menambah keramaian di kawasan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.

Trisna mengatakan pihaknya berharap Bandara Fatmawati Soekarno tidak hanya menjadi pusat transportasi udara, tetapi juga menjadi ruang penyelenggaraan berbagai kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat.

"Kami berharap dukungan dari instansi pemerintah dan seluruh stakeholder agar kegiatan seperti ini terus berkembang serta memberikan manfaat yang maksimal, khususnya bagi Provinsi Bengkulu dan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu," katanya.

Salah seorang peserta turnamen dari Tim Spartan, Zio (16), mengaku mengikuti kompetisi karena ingin mengembangkan bakat yang dimilikinya di bidang Mobile Legends. Menurutnya, turnamen tersebut juga menjadi hiburan sekaligus kesempatan untuk mengukur kemampuan tim.

"Persiapan kami sebelum lomba ya lebih sering bermain rank bersama agar semakin kompak," ujarnya.

Ia mengatakan tantangan terbesar dalam pertandingan bukan berasal dari lawan, melainkan menjaga komunikasi antarpemain. Menurutnya, kesalahan komunikasi dapat menjadi penyebab kekalahan meski kemampuan setiap tim relatif seimbang.

"Kalau sampai miss communication, itu yang paling berbahaya. Target kami tentu ingin jadi juara," katanya.

Zio menilai penyelenggaraan turnamen seperti ini memberikan manfaat bagi para pemain esports di Bengkulu. Ia berharap kompetisi serupa dapat kembali digelar dengan hadiah yang lebih besar sehingga mampu meningkatkan semangat para peserta untuk terus meningkatkan skillnya di bidang esports.

Penulis: Fiza Pratisya Zuinara

Terkini