Harga Oli Naik, Bengkel Keluhkan Modal Bertambah dan Penjualan Menurun

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40:26 WIB
Sejumlah pemilik bengkel mengaku harus mengeluarkan modal lebih besar untuk membeli stok oli, sementara daya beli masyarakat cenderung menurun akibat harga yang semakin mahal.

IKOBENGKULU – Kenaikan harga oli yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan oleh pelaku usaha bengkel. Sejumlah pemilik bengkel mengaku harus mengeluarkan modal lebih besar untuk membeli stok oli, sementara daya beli masyarakat cenderung menurun akibat harga yang semakin mahal.

Salah seorang pemilik bengkel di Kota Bengkulu, Andre, mengatakan kenaikan harga oli berdampak langsung terhadap usaha yang dijalankannya. Menurutnya, jika sebelumnya modal sekitar Rp700 ribu dapat digunakan untuk membeli 16 botol oli, kini dengan nominal yang sama hanya memperoleh sekitar 12 botol.

"Kalau harga oli naik, pelanggan pasti banyak yang bertanya dan berpikir ulang untuk ganti oli. Kami juga harus mengeluarkan modal lebih besar. Dulu modal Rp700 ribu bisa dapat 16 botol, sekarang hanya sekitar 12 botol. Kalau kondisi bengkel sedang sepi, tentu ini cukup memberatkan," ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Andre menambahkan, pihaknya terpaksa menyesuaikan harga jual agar tidak mengalami kerugian. Namun, keputusan tersebut dinilai cukup berisiko karena dapat membuat pelanggan menunda servis kendaraan.

Sementara itu, pemilik bengkel lainnya, Budi, juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga oli memberikan dampak yang cukup besar terhadap operasional usahanya. Menurutnya, bengkel harus menambah modal untuk membeli stok oli, sedangkan kemampuan beli pelanggan belum tentu meningkat.

"Banyak pelanggan yang akhirnya bertanya kenapa harga servis jadi lebih mahal, bahkan ada yang memilih menunda ganti oli. Mau tidak mau kami harus menjelaskan kalau kenaikan ini memang berasal dari distributor, bukan karena bengkel sengaja menaikkan harga. Untuk sementara kami tetap berusaha menjaga stok agar kebutuhan pelanggan terpenuhi dan semoga ke depannya harga oli bisa kembali stabil supaya tidak memberatkan kami maupun konsumen," kata Budi.

Para pelaku usaha bengkel berharap harga oli dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani biaya operasional maupun konsumen. Mereka juga berharap pasokan oli tetap terjaga sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan dengan baik dan masyarakat tidak menunda perawatan kendaraan akibat kenaikan harga.

Penulis : Lam

Tags

Terkini