IKOBENGKULU - Penerapan skema upah dan insentif baru bagi kurir layanan pengiriman Shopee (ShopeeXpress/SPX) menuai sorotan dari para mitra pengantar paket di Kota Bengkulu. Meski perusahaan mengklaim sistem baru ini dirancang untuk mengoptimalkan performa, sejumlah kurir menilai kebijakan tersebut justru semakin memperberat beban kerja tanpa adanya peningkatan pendapatan yang signifikan.
Salah seorang kurir Shopee di Kota Bengkulu, Musa Kurniawan, mengungkapkan penurunan nilai upah per paket yang sukses diantar sangat berdampak pada penghasilan hariannya. Menurutnya, target harian kini menjadi lebih tinggi untuk sekadar mencapai batas aman komisi.
Ia berharap pihak manajemen mengevaluasi kembali tarif dasar per paket, terutama mengingat medan pengantaran di beberapa wilayah Bengkulu yang cukup menantang dan memakan waktu.
Sementara itu, kurir lainnya, Rian Andesta, menyoroti sistem klasifikasi performa yang dinilai terlalu ketat. Jika performa pengiriman menurun akibat kendala di lapangan—seperti konsumen yang sulit dihubungi atau sistem (COD) yang batal—maka insentif tambahan mereka terancam hangus.
"Kalau pengantaran gagal bukan karena kesalahan kami, tetap saja performa akun yang turun. Ujung-ujungnya insentif mingguan atau bulanan bisa hilang. Kebijakan ini terasa kurang adil bagi kami yang seharian di jalan," kata Rian.
Rian juga menambahkan bahwa skema saat ini kurang mempertimbangkan kenaikan biaya perawatan kendaraan dan harga bahan bakar yang harus ditanggung secara mandiri oleh mitra.
Para kurir berharap manajemen Shoppe dapat membuka ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi dari bawah. Mereka menginginkan adanya keseimbangan antara target yang ditetapkan perusahaan dengan kesejahteraan serta jaminan keselamatan kerja bagi para mitra kurir di lapangan.
Penulis: Ade Saputra