Terganjal Krisis Fiskal, Nata-Hafizh Genap Satu Tahun Nakhodai Kepahiang

Senin, 23 Februari 2026 | 12:00:00 WIB
Nata - Hafizh Disambut Prosesi Upacara Adat

KEPAHIANG – Kepemimpinan pasangan H. Zurdi Nata, S.IP. dan Abdul Hafizh sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepahiang genap berusia satu tahun sejak dilantik serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu. Refleksi setahun ini menjadi momentum krusial untuk mengukur realisasi visi makro mereka di tengah hantaman krisis keuangan daerah.

Sepanjang tahun pertama, duet yang sempat mengikuti pembekalan kepemimpinan di Akademi Militer Magelang ini dihadapkan pada realita fiskal yang pelik. Kebijakan pemangkasan anggaran secara besar-besaran oleh pemerintah pusat terhadap dana transfer ke daerah menjadi batu sandungan utama dalam mengeksekusi program kerja.

Kendati ruang gerak anggaran daerah sangat terbatas, pemerintah daerah mengklaim tetap berhasil mengamankan sejumlah program infrastruktur prioritas sepanjang tahun anggaran 2025.

“Kalau bicara program kerja sesuai janji kampanye, tentu masih banyak yang belum bisa terlaksana akibat keterbatasan keuangan daerah. Namun, dengan skala prioritas, kami bertahap melakukan revitalisasi Terminal Pasar Kepahiang, rehab sekolah, peningkatan Puskesmas, serta program Kepahiang Terang melalui pemasangan lampu jalan,” ujar Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, Senin (23/2).

Zurdi Nata menegaskan bahwa dirinya bersama Abdul Hafizh berkomitmen mengunci loyalitas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak ada anggaran yang terbuang untuk program non-prioritas. Fokus utama sisa masa jabatan akan diarahkan pada penataan wajah kota dan pemulihan ekonomi lokal.

Memasuki tahun anggaran 2026, strategi pembiayaan pembangunan di Kabupaten Kepahiang mulai digeser. Karena tidak bisa lagi mengandalkan APBD murni yang terpuruk, Pemkab Kepahiang kini bergerak taktis melobi pendanaan alternatif melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah di tingkat pusat.

Langkah ini diambil untuk mendanai kelanjutan proyek-proyek infrastruktur vital yang bersentuhan langsung dengan mobilitas warga di pelosok, di antaranya:

Akses Penghubung: Pembangunan jalan ruas Cinta Mandi menuju Langgar Jaya.

Konektivitas Wilayah: Pembangunan jalan ruas Batu Bandung menuju Damar Kencana.

Infrastruktur Penyeberangan: Pembangunan Jembatan Peda.

Sementara itu, untuk mengoptimalkan sisa serapan APBD 2026, Pemkab Kepahiang akan mengonsentrasikannya pada penyelesaian ikon daerah yang tertunda, yakni penataan kawasan ruang terbuka hijau Taman Santoso serta kelanjutan revitalisasi Masjid Agung Baitul Hikmah.

Melalui kombinasi lobi anggaran pusat dan efisiensi kas daerah, arah pembangunan Kepahiang diharapkan tetap berada dalam jalur yang benar untuk mewujudkan wilayah yang maju dan berkelanjutan. (adv)

Terkini