Wajah Baru Lapangan Santoso Tetap Jadi Prioritas Pembangunan Kepahiang Tahun Depan

Jumat, 22 Mei 2026 | 12:00:00 WIB
Proyek revitalisasi kawasan Lapangan Santoso

KEPAHIANG – Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, memastikan proyek revitalisasi kawasan Lapangan Santoso tetap masuk dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Anggaran 2026. Langkah ini diambil di tengah kebijakan pengetatan sabuk anggaran dan pemangkasan besar-besaran terhadap sejumlah proyek fisik makro akibat beban pelunasan utang daerah.

Keputusan mempertahankan proyek penataan ruang publik ini didasarkan pada kalkulasi dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang dinilai mampu menstimulus pertumbuhan ekonomi akar rumput secara cepat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, S.Hut, M.Si., mengonfirmasi bahwa penataan Lapangan Santoso bukan sekadar proyek estetika kota. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru terpadu, yang mempertemukan sektor pariwisata urban, pusat kreativitas pemuda, dan akomodasi teratur bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, S.Hut, M.Si.

"Kami menyadari bahwa ruang fiskal daerah untuk tahun 2026 sangat krusial dan terbatas. Namun, kelanjutan penataan Lapangan Santoso tetap dipertahankan karena investasi publik ini akan langsung berdampak pada perputaran uang di masyarakat dan membuka lapangan kerja baru," kata Salihin saat memberikan penjelasan di Kepahiang, Sabtu (6/6/2026).

Transformasi Pusat Ekonomi Kreatif Lokal

Dalam rancangan akhir RKPD 2026, Bappeda mengonsepkan wajah baru Lapangan Santoso sebagai ruang publik yang ramah warga sekaligus episentrum ekonomi kreatif di Bumi Sehasen.

Salihin memaparkan, intervensi anggaran yang dialokasikan akan difokuskan pada tiga klaster penataan strategis:

Zonasi Pelaku UMKM Kuliner: Penataan lapang yang lebih higienis dan tertata rapi agar para pedagang kecil memiliki daya tarik lebih tinggi bagi wisatawan lokal maupun regional.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ramah Anak: Penyediaan fasilitas publik yang aman, nyaman, dan inklusif sebagai pemenuhan hak dasar sosial masyarakat perkotaan.

Amfiteater Kreatif: Penyediaan ruang artikulasi bagi komunitas seni dan industri kreatif pemuda guna mendorong pergerakan ekonomi sektor informal.

Rasionalisasi Ketat Proyek Non-Produktif

Demi mengamankan pembiayaan Lapangan Santoso bersama urusan pelayanan dasar seperti penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem, Bappeda Kepahiang menerapkan efisiensi radikal di sektor lain. Pemerintah daerah secara resmi meniadakan semua anggaran belanja operasional birokrasi yang bersifat konsumtif serta mencoret agenda hiburan rakyat pada perayaan hari jadi kabupaten.

Rasionalisasi fisik juga dilakukan pada proyek pembangunan gedung-gedung pemerintahan baru yang dirasa belum mendesak kegunaannya. Sisa anggaran hasil penyisiran ketat itulah yang dialihkan untuk mengamankan proyek konektivitas jalan logistik pertanian dan revitalisasi ikon kota ini.

Melalui pendekatan perencanaan yang berbasis dampak ekonomi riil (impact-based planning), Bappeda Kepahiang optimistis penataan Lapangan Santoso akan menjadi stimulus penting bagi pemulihan ekonomi daerah. Keterbatasan anggaran justru memaksa pemerintah daerah melahirkan infrastruktur yang tidak hanya monumental, tetapi juga produktif dan sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan warga. (adv)

Terkini