BMP Kabupaten Sorong Kecam Eskalasi Kekerasan KKB, Serukan Papua Damai

Jumat, 27 Februari 2026 | 06:36:26 WIB

KABUPATEN SORONG – Eskalasi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di sejumlah wilayah Papua kembali menjadi perhatian berbagai pihak. Rentetan insiden yang menyasar warga sipil hingga aparat keamanan memicu keprihatinan dari tokoh masyarakat dan pemuda.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peristiwa kekerasan dilaporkan terjadi di berbagai daerah. Di antaranya pembunuhan pekerja bangunan di Kabupaten Yahukimo, penembakan anggota TNI di Mile 50 Kabupaten Mimika, serta kasus pembunuhan pilot dan co-pilot di Kabupaten Boven Digoel. Rangkaian kejadian tersebut dinilai telah melampaui konflik bersenjata biasa karena berdampak langsung pada masyarakat sipil.

Menanggapi kondisi itu, Barisan Merah Putih RI (BMP) Kabupaten Sorong menyampaikan kecaman terhadap segala bentuk kekerasan yang dilakukan KKB, khususnya yang menimpa warga sipil, tenaga medis, guru, serta pekerja layanan publik.

Ketua BMP Kabupaten Sorong, Librek Imlawal, menegaskan bahwa Tanah Papua dikenal sebagai “Tanah Injil” yang seharusnya dijaga dari pertumpahan darah. Ia menilai kekerasan yang terus berulang hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat.

“Setiap tetesan darah di tanah ini adalah luka bagi kita semua. Kekerasan yang terus terjadi hanya akan menghambat pembangunan dan masa depan generasi Papua,” ujar Librek di Kabupaten Sorong, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, konflik berkepanjangan telah menimbulkan trauma kolektif di tengah masyarakat serta mengganggu akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil. Ia menekankan bahwa Papua membutuhkan situasi yang aman agar program pembangunan dapat berjalan optimal.

Librek juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan menolak kekerasan. Ia berharap semua pihak dapat mengedepankan dialog dan upaya damai demi masa depan Papua yang aman dan sejahtera.

Terkini