Di Balik Jeruji Lapas Curup, Ada yang Memulai dari Alif Ba Ta

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:33:30 WIB
BACA AL-QURAN: Beberapa WBP Lapas Kelas IIA Curup saat mengikuti aktivitas membaca Al-Quran.

Rejang Lebong – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, sejumlah warga binaan mengisi masa pidana dengan belajar membaca Al-Qur’an. Mulai dari mengenal huruf hijaiyah melalui metode Iqra hingga meningkatkan kemampuan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Lapas Curup, Jumat (23/10/2026), dengan melibatkan warga binaan dari Paviliun Kasturi.

Dalam pembelajaran tersebut, warga binaan mendapatkan bimbingan membaca Iqra dan Al-Qur’an sesuai tahapan kemampuan masing-masing. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperdalam pemahaman agama serta mendorong penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, mengatakan pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Melalui pembelajaran Iqra dan Al-Qur’an, kami berharap mereka tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Untung.

Menurutnya, pembelajaran tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga diharapkan dapat membantu warga binaan membangun kesadaran diri dan memperbaiki perilaku.

Karena itu, pelaksanaan pembinaan keagamaan diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh warga binaan, baik selama berada di dalam Lapas maupun setelah kembali ke masyarakat.

“Kami ingin kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi warga binaan, terutama dalam membangun kesadaran diri, memperbaiki perilaku, dan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” tambahnya.

Pembelajaran Iqra dan Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang diberikan kepada warga binaan Lapas Curup. Melalui kegiatan ini, warga binaan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan agama sekaligus memperkuat landasan moral dan spiritual.

Pembinaan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

"Pembelajaran keagamaan ini tidak hanya menjadi aktivitas rutin di dalam Lapas, tetapi juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas," tutup Untung.(**)

Tags

Terkini