ICSOPOLIS 2026 FISIP UNIB Hadirkan Peneliti 11 Negara, AI dan Masa Depan Media Ikut Dibahas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:43:00 WIB

BENGKULU- Peneliti dari 11 negara bakal mengikuti International Conference on Social and Political Sciences (ICSOPOLIS) 2026 yang digelar FISIP Universitas Bengkulu (UNIB). Mereka berasal dari 48 perguruan tinggi dan lembaga riset.

Konferensi ini akan berlangsung pada 27–28 Oktober 2026. Tema yang diangkat yakni “Challenges and Opportunities in Society 5.0”.

Pelaksana kegiatan, Rafinita Aditya, menjelaskan peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Timor-Leste, Thailand, Taiwan, China, Pakistan, India, Turki, dan Australia.

Berbagai isu akan dibahas dalam forum tersebut. Mulai dari tata kelola pemerintahan, transformasi digital, komunikasi, hingga kesejahteraan sosial.

Rafinita menjelaskan, kegiatan dimulai dengan presentasi paralel pada 27 Oktober. Seluruh pemakalah akan memaparkan penelitian secara daring melalui Zoom.

Presentasi dibagi ke dalam tujuh breakout room berdasarkan kelompok kajian. Bidangnya meliputi kesejahteraan sosial, administrasi publik, komunikasi, jurnalistik, sosiologi, ilmu perpustakaan dan informasi, serta topik sosial-politik terkait.

Ruang utama Zoom dibuka pukul 08.00 WIB. Sementara pembukaan sesi presentasi dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB.

Konferensi utama berlangsung sehari berikutnya, 28 Oktober. Kegiatan digelar secara hibrida di Hotel Mercure Bengkulu dan melalui Zoom.

Dekan FISIP UNIB Prof. Dr. Sugeng Suharto dijadwalkan membuka konferensi tersebut. Empat pembicara utama dari Australia, Thailand, Hong Kong, dan Timor-Leste akan mengisi acara.

Mereka yakni Prof. Farida Fozdar dari Curtin University, Dr. ShawHong Ser dari Chulalongkorn University, Prof. Peng Wang dari The University of Hong Kong, serta Lidia de Sousa Guterres dari Kementerian Keuangan Timor-Leste.

Selain sesi pembicara utama, agenda hari kedua mencakup diskusi lintas negara, jejaring akademik, dan penganugerahan penghargaan Best Presenter.

ICSOPOLIS 2026 juga menyiapkan publikasi bab buku ber-ISBN. Adapun makalah terpilih berpeluang diterbitkan dalam jurnal terakreditasi.

Forum ini turut membuka kesempatan bagi peserta untuk membangun kerja sama penelitian lintas kampus, lembaga, dan negara. ***

Terkini