Bengkulu,Ikobengkulu.com,- Guna menggali informasi, mengidentifikasikan permasalahan dan pembangunan kependudukan mulai dari pinggir, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, pekan lalu turun di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.
FGD di wilayah tersebut turun langsung Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Nopian Andusti,S.E., M.T yang didamping Kepala Perwakilan BKKBN setempat dr. H. Zamhir Setiawan.,M.Epid dan beberapa pejabat dilingkup Kemendukbangga dari Kedeputian Bindang Pengendalian Penduduk (Dalduk), Rabu,(30/09/2026).
Deputi KS-PK Kemendukbangga Nopian Andusti kepada pewarta di Bengkulu menyebutkan FGD sebagai forum diskusi partisipatif untuk menggali informasi, mengidentifikasikan permasalahan yang tertaut dalam program pembangunan kependudukan. Setelah itu dapat menjadi rumusan pembangunan kependudukan dari hulu.
" Dalam pertemuan itu kita dapat menghimpun aspirasi, serta merumuskan alternatif solusi dan rencana tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kampung KB Berkualitas. Diskusi tersebut sebagai bagian dari strategi Untuk Mendorong pembangunan SDM dari hulu yang sejalan dengan tujuan dibentuknya program Kampung KB ".
Kampung Keluarga Berkualitas merupakan inovasi dalam upaya pembangunan Sumber Daya Manusia di tingkat desa/kelurahan yang dijalankan secara gotong royong melalui kolaborasi lintas sektor dan berbagai pihak untuk mendorong pembangunan pada unit wilayah terkecil. Di mana pelaksanaan Kampung KB sejalan dengan arah kebijakan dalam Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) yang menempatkan keluarga sebagai pusat pembangunan berbasis keluarga yang berperan dalam mendukung pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, serta penataan persebaran penduduk secara terpadu," tambah Nopian.
Secara terpisah, Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr. H.Zamhir Setiawan., M.Epid enyampaikan bahwa pemerintah mengembangkan Kampung KB sejak sepuluh tahun lalu persisnya pada 14 Januari 2016 di Dusun Jenawi, Desa Mertasinga, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Melihat banyak hal baru yang dapat berjalan dalam pembangunan kependudukan di wilayah perdesaa, maka Pemerintah secara nasional menetapkan Kampung KB dapat dikembangkan di sejumlah daerah provinsi.
Dia menyampaikan, seiring dengan kebijakan tersebut Kampung KB di Bengkulu telah dibentuk di sejumlah desa yang mencapai 1.513 desa/kampung KB yang tersebar di 10 daerah kabupaten dan kota di daerah ini,"ujarnya.
Melalui program kampung KB agar dapat mempercepat terwujudnya pembangunan kualitas penduduk melalui pengenalan program Keluarga Berencana (KB) di tengah masyarakat desa. Ada beberapa tujuan kampung KB, selain untuk mendekatkan akses masyarakat untuk terpapar program KB. Juga tak kalah urgen, bahwa keluarga-keluarga di tanah air agar dapat mengoptimalkan delapan fungsi keluarga yang seperti fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.
Masih dr. Zamhir, kampung KB memiliki manfaat yang nyata bagikehidupan masyarakat." Kehadiran Kampung KB memberikan berbagai manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa. Melalui edukasi petugas KB dapat meningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak dan membantu menekan angka stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta memperluas akses layanan Posyandu Balita dan Lansia.
Dengan adanya FGD bersama pemerintah daerah di wilayah kampung KB dapat mempercepat sasaran dari tujuan berdirinya kampung KB untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bengkulu yang mencapai 2 juta jiwa lebih. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bengkulu, pop;ulasi penduduk di daeah ini mencapai 2.155.162 jiwa, laki-laki: 1.100.019 jiwa dan perempuan: 1.055.143 jiwa. (***)