Bappeda Kepahiang Dorong Sinkronisasi Program Pembangunan Jelang Penyusunan APBD 2027

Jumat, 25 September 2026 | 12:00:00 WIB

KEPAHIANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepahiang terus mendorong sinkronisasi program antarperangkat daerah menjelang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027.

Sinkronisasi tersebut dilakukan agar program dan kegiatan yang diusulkan masing-masing perangkat daerah tetap mengacu pada prioritas pembangunan Kabupaten Kepahiang serta menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, M.Si., menekankan pentingnya konsistensi antara dokumen perencanaan dan dokumen penganggaran. Setiap program yang masuk dalam APBD harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan sasaran pembangunan daerah dan indikator kinerja yang telah ditetapkan.

Menurutnya, proses perencanaan tidak cukup hanya menghasilkan daftar program dan kegiatan. Setiap usulan perlu ditelaah berdasarkan urgensi, manfaat bagi masyarakat, keterkaitan dengan prioritas daerah, serta kemampuan anggaran yang tersedia.

Bappeda juga mendorong perangkat daerah untuk memperkuat koordinasi dalam penyusunan program agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan. Kolaborasi antarperangkat daerah dinilai penting terutama untuk program yang membutuhkan dukungan lintas sektor.

Selain itu, penggunaan data menjadi bagian penting dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Data mengenai kondisi sosial, ekonomi, infrastruktur, pelayanan dasar, kemiskinan, serta potensi wilayah perlu dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan.

Melalui proses sinkronisasi tersebut, Bappeda Kepahiang berupaya memastikan anggaran daerah diarahkan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penyusunan APBD 2027 juga menjadi momentum untuk mengevaluasi efektivitas program yang telah berjalan. Hasil evaluasi digunakan sebagai bahan dalam menentukan program yang perlu dilanjutkan, diperbaiki, atau disesuaikan pada tahun anggaran berikutnya.

Bappeda Kepahiang berharap proses perencanaan dan penganggaran dapat semakin terintegrasi sehingga setiap program pembangunan memiliki target yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan perencanaan yang terarah dan sinkronisasi yang kuat antarperangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Kepahiang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembangunan sekaligus memastikan penggunaan anggaran memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Terkini