KEPAHIANG – Pemerintah Kabupaten Kepahiang terus mendorong percepatan pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) melalui pembangunan infrastruktur pendukung berupa jalan dan jembatan.
Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP., bersama Wakil Bupati Ir. H. Abdul Hafizh, M.Si., meninjau langsung sejumlah titik pembangunan infrastruktur pendukung WKP panas bumi, Selasa (1/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan serta memenuhi kualitas yang telah ditetapkan.
Sejumlah lokasi yang ditinjau antara lain pembangunan Jembatan Aramco di Jalan Pekan Daerah (PEDA), Desa Pelangkian, serta pelebaran jalan di Desa Air Sempiang, Kecamatan Kabawetan.
Bupati Zurdi Nata mengatakan pembangunan jalan dan jembatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kepahiang terhadap pengembangan panas bumi di daerah.
“Ini juga bagian dari dukungan pemerintah daerah dalam pembangunan Wilayah Kerja Panas Bumi. Walaupun ini ditujukan untuk pembangunan WKP, masyarakat juga bisa menikmati pembangunan jalan ini, terutama untuk menuju perkebunan atau tempat wisata,” kata Zurdi Nata.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendukung panas bumi memiliki manfaat ganda. Selain memperlancar mobilitas dan kegiatan pengembangan WKP, keberadaan jalan dan jembatan tersebut juga diharapkan meningkatkan akses masyarakat menuju kawasan perkebunan maupun destinasi wisata.
Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, Salihin, mengatakan pembangunan infrastruktur pendukung WKP memiliki posisi strategis dalam perencanaan pembangunan daerah karena dapat membuka akses kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

“Pembangunan infrastruktur ini tidak hanya dilihat dari sisi kebutuhan pengembangan panas bumi, tetapi juga dari dampaknya terhadap konektivitas wilayah. Ketika akses jalan semakin baik, maka pergerakan masyarakat, hasil perkebunan, sektor wisata, dan aktivitas ekonomi lainnya juga akan semakin terbantu,” ujar Salihin.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur pendukung WKP juga sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kepahiang yang mendorong pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan.
“Potensi energi panas bumi ini harus memberikan manfaat yang luas bagi daerah. Karena itu, pembangunan pendukungnya perlu direncanakan agar tidak hanya melayani kebutuhan proyek, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan kawasan di sekitarnya,” tambahnya.
Bupati berharap seluruh lapisan masyarakat turut mendukung pembangunan infrastruktur tersebut agar proses pengembangan WKP panas bumi di Kabupaten Kepahiang dapat berjalan lancar.
“Mari kita sama-sama dukung pembangunan ini agar berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita, sehingga WKP di Kabupaten Kepahiang segera terealisasi untuk kemajuan Kabupaten Kepahiang,” ujarnya.
Pemerintah daerah menilai pengembangan panas bumi memiliki nilai strategis bagi Kabupaten Kepahiang, terutama dalam mendukung pemanfaatan potensi energi terbarukan sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar.
Keberadaan akses jalan yang lebih baik diharapkan tidak hanya menunjang kebutuhan proyek panas bumi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat, sektor perkebunan, pariwisata, dan pengembangan ekonomi lokal.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati turut didampingi Asisten Bidang Pembangunan Musi Dayan, Kepala BKD Jono Antoni, Kepala Bappeda Salihin, Kepala Dinas Perhubungan Devison, Kepala Kesbangpol Dendi, serta Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Hardiono.
Pemkab Kepahiang berharap pembangunan infrastruktur pendukung WKP dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan daerah, baik melalui sektor energi, peningkatan konektivitas wilayah, maupun terbukanya akses ekonomi baru bagi masyarakat. 9adv)