IKOBENGKULU – Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu yang berlangsung 18–21 Agustus 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal berbagai organisasi kemahasiswaan yang ada di lingkungan kampus.
Sejumlah Unit Kegiatan Khusus (UKK) turut diperkenalkan kepada mahasiswa baru, di antaranya UKK Pramuka dan UKK Korps Sukarela (KSR) PMI. Pengenalan tersebut tidak hanya membahas organisasi, tetapi juga kegiatan serta keterampilan yang dapat diperoleh mahasiswa ketika bergabung.
Anggota UKK Pramuka UINFAS Bengkulu, Gurfa, mengatakan mahasiswa baru diperkenalkan dengan Pramuka mulai dari sejarah singkat hingga struktur dewan organisasi. Menurutnya, Pramuka juga memiliki berbagai kegiatan yang dapat menjadi wadah mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan diri.
“Setiap pekan, setiap hari Sabtu kami mengadakan latihan rutin. Ada juga apel pagi dan sore setiap hari Rabu,” ujar Gurfa saat diwawancarai Selasa (18/8/26).
Selain latihan rutin, Pramuka memiliki sejumlah kegiatan seperti Islamic Scout Creativity (ISC) yang dikemas dalam bentuk perkemahan, Safari Ramadan, serta kegiatan Sabtu Sehat dan Pintar yang berisi pemahaman mengenai kepramukaan sekaligus praktik.
Gurfa menyebut, mahasiswa yang bergabung dengan Pramuka dapat memperoleh berbagai keterampilan, terutama dalam hal kepemimpinan dan administrasi. Antusiasme mahasiswa baru terhadap Pramuka juga dinilainya cukup tinggi, terutama dari mahasiswa yang sebelumnya telah aktif dalam kegiatan kepramukaan.
Sementara itu, UKK KSR PMI UINFAS Bengkulu juga mengenalkan kegiatan kerelawanan dan kesiapsiagaan kepada mahasiswa baru. Anggota UKK KSR PMI, Tiara, mengatakan kegiatan utama organisasi tersebut meliputi latihan sebagai persiapan satgas serta persiapan dalam berbagai kegiatan kampus.
“Setiap ada kegiatan kampus, kami sering dipanggil untuk menjadi tim kesehatan. Biasanya ada juga delegasi dari kami yang hadir dalam kegiatan tersebut,” kata Tiara.
Menurutnya, mahasiswa yang bergabung dengan KSR PMI akan mendapatkan berbagai keterampilan, dan berbagai macam pelatihan sebelum menjadi anggota salah satunya adalah pelatihan pertolongan pertama.
Antusiasme mahasiswa baru terhadap KSR PMI juga mulai terlihat dari sejumlah mahasiswa yang aktif bertanya mengenai kegiatan dan organisasi tersebut selama PBAK.
Tiara berharap semakin banyak mahasiswa baru yang tertarik bergabung dan mengenal lebih jauh KSR PMI, sehingga nantinya dapat ikut berkontribusi sebagai relawan kemanusiaan.
Sementara itu, Gurfa juga berharap mahasiswa yang bergabung dengan Pramuka dapat bertahan dan mengikuti proses organisasi dengan baik, mengingat kegiatan kepramukaan membutuhkan tenaga, waktu, dan pikiran.
Melalui pengenalan UKK dalam rangkaian PBAK tersebut, mereka berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal organisasi kemahasiswaan, tetapi juga dapat memilih wadah yang sesuai untuk mengembangkan keterampilan sekaligus berkontribusi dalam berbagai kegiatan di lingkungan kampus.
Penulis: Fiza Pratisya Zuinara