Kelas Ayah Idaman (AMAN) Tidak Menggantikan Posisi Ibu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:06:00 WIB
Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr.H.Zamhir Setiawan.,M.Epid saat sosialisasi kelas AMAN di TPMB di Lebong, Bengkulu, Selasa,11/8/2026.

Bengkulu,ikobengkulu.com, -Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna mewujudkan keluarga, bangsa Indonesia yang kuat. Pembangunan Kependukan dan Keluarga kunci untuk terwujudnya bangsa yang kuat dan bermartabat. Transpormasi lembaga Kemendukbangga awal tonggak pemerintah mengembangkan lima program prioritasnya, Genting, Gati, Tamasya, Sidaya, Pendampingan MBG 3B. Baru ini pemerintah menilai perlu membangun kesadaran ayah untuk berperan dalam pengasuhan dan pendampingan melalui pengembangan kelas Ayah idaman ( AMAN) dalam keluarga.

Program Kelas Ayah Idaman (AMAN) yang diluncurkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) bertujuan memperkuat keterlibatan suami dalam mendampingi istri, yang tidak pernah dirancang untuk menggantikan posisi atau peran unik seorang ibu. Program ini sejalan dengan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk mendorong kolaborasi pengasuhan yang setara, bukan menggeser kodrat keibuan.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid saat roadshow kampanye lima program prioritas Kemendukbangga di Lebong, Bengkulu awal pekan ke-dua Agustus-2026. Advokasi lima program prioritas Kemendukbangga,  didepan sejumlah pejabat unsur Forkopimda Lebong diantaranya, Kajari, TNI-Polri, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua BASNAZ dan sejumlah ormas setempat, dr. H. Zamhir Setiawan bersama Bupati Azhari,S.H., M.H transpormasi BKKBN - Kemendukbangga fokus dan program utama penurunan stunting menargetkan angka prevalensi stunting nasional terus turun secara signifikan.

Selain advokasi Bupati dan Forkopimda, kampanye program prioritas kembali sosialisasikan kelas AMAN di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) di Lebong yang menyasar fasiltas pelayanan kesehatan di Desa Talang Leak, Kecamatan Bungin Kuning, Kabupaten Lebong. TPMB adalah fasilitas pelayanan kesehatan perorangan yang diselenggarakan oleh bidan praktisi mandiri. Kelas AMAN (Ayah Idaman) adalah program edukasi dari BKKBN/Kemendukbangga yang diadakan di TPMB untuk melibatkan para suami dalam mendukung kehamilan, persalinan, dan pencegahan stunting," ujar dr. Azmhir

Dikatakan dr. Zamhir, pada 2029 pemerintah mentargetkan penurunan stunting nasional sebesar 14 persen. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 prevalensi stunting di tanah air masih bertengger di angka 19,8 persen dan Kabupaten Lebong masih pada angka 22,7 persen.

Ketua Tim Kerja 2 Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) Perwakilan BKKBN Bengkulu Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. menyebutkan, kelas AMAN untuk meningkatkan peran ayah dalam pendampingan serta mendorong capaian peserta KB pascapersalinan. Melalui peningkatan KB Pasapersalinan, kelas AMAN yang memiliki keterkaitan erat dalam penurunan stunting, melalui peran aktif ayah dalam pendampingan ibu hamil, pencegahan stunting, dan pengasuhan anak sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Program edukasi inovatif ini berfokus pada pelibatan figur ayah agar tidak hanya ibu yang bertanggung jawab atas tumbuh kembang anak.

Ia mendorong sejumlah TPMB dapat menggerakkan program kelas AMAN di Provinsi Bengkulu khususnya di Kabupaten Lebong. Saat ini TPMB di Bengkulu mencapai 112 faskes swasta, tersebar di beberapa daerah kabupaten/kota. Diantaranya terdapat di Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 27 faskes, Kabupaten Bengkulu Utara sembilan faskes swasta, Kabupaten Kaur dengan 39 TPMB, Kabupaten Seluma terdapat lima TPMB, dan terdapat sebanyak 16 TMPB di Kabupaten Lebong, sementara di Kabupaten Kepahiang terdapat enam faskes swasta TPMB," rinci Else.(***)

Tags

Terkini