IKOBENGKULU — Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu masih menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik perhatian masyarakat. Bangunan bersejarah ini menjadi saksi perjalanan perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, selama berada di Bengkulu.
Petugas Satuan Pengamanan Rumah Pengasingan Bung Karno, Roni Apriyanto, mengatakan pengelolaan, perawatan, kebersihan, dan pengamanan kawasan dilakukan oleh instansi terkait. "Untuk penanggung jawab di lapangan, perbaikan, penjagaan, maupun kebersihan itu berada di bawah BPK (Badan Pelestarian Kebudayaan) Wilayah Bengkulu dan Lampung, serta BCP (Museum Cagar Budaya)," ujarnya. Selasa (12/8/2026).
Rumah Pengasingan Bung Karno dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB, sementara hari Senin digunakan untuk pemeliharaan dan kebersihan kawasan. Roni menyebut kunjungan biasanya meningkat saat libur panjang seperti tahun baru dan Lebaran.
"Kunjungan paling ramai itu biasanya di tahun baru dan lebaran, dalam sehari penikmat sejarah yang datang bisa mencapai ratusan bahkan ribuan orang," katanya.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, jumlah pengunjung juga biasanya ikut meningkat. Selain berwisata sejarah, masyarakat turut tertarik dengan berbagai rangkaian kegiatan kemerdekaan, termasuk kirab bendera Merah Putih.
Salah seorang pengunjung, Indah, mengaku datang untuk melihat langsung tempat yang memiliki nilai sejarah tersebut. "Saya ingin melihat langsung tempat Bung Karno pernah diasingkan. Menurut saya tempat ini menarik dan bisa menambah pengetahuan tentang sejarah, dan tiket nya juga tergolong murah cukup 3 ribu rupiah aja untuk pelajar dan 5 ribu untuk umum" ujarnya. Selasa (12/8/2026)
Ia berharap Rumah Pengasingan Bung Karno terus dirawat dan semakin banyak dikunjungi generasi muda. Keberadaan situs sejarah tersebut dinilai penting sebagai sarana untuk mengenalkan kembali perjalanan perjuangan bangsa kepada masyarakat.