BENGKULU – Industri kuliner di Kota Bengkulu terus berkembang, salah satunya didorong oleh eksistensi lini bisnis toko roti lokal yang mampu bertahan belasan tahun.
Adalah Aroma Bakery, sebuah usaha bakery keluarga yang kini telah menginjak usia 15 tahun dalam memanjakan lidah masyarakat Bengkulu dengan kelembutan produk rotinya.
Perjalanan panjang dan rahasia di balik eksistensi Aroma Bakery hingga saat ini terungkap. Mela, pemilik (owner) Aroma Bakery yang kini berusia 39 tahun, menceritakan bahwa toko yang dikelolanya saat ini merupakan cabang ketiga dari jaringan Aroma Bakery.
Usaha ini merupakan bisnis turun-temurun yang awalnya dirintis oleh kakak iparnya melalui cabang Aroma 01.
“Aroma Bakery itu kan ada beberapa cabang. Ada Aroma 01, Aroma 02, dan yang saya pegang sekarang ini adalah Aroma 03. Usaha ini sudah bergerak sekitar 15 tahun secara turun-temurun,” ujar Mela.
Mela juga memaparkan sebaran cabang Aroma Bakery di Kota Bengkulu untuk memudahkan pelanggan setia. Cabang Aroma 01 terletak di depan Rumah Sakit M. Yunus, cabang Aroma 02 berlokasi di Simpang Kandis, sedangkan cabang Aroma 03 yang dikelolanya berada di Jalan Sepakat.
Lebih tepatnya, Aroma 03 beralamat di Jalan Sepakat RT 21 Nomor 31, Kelurahan Sawah Lebar Baru.
Salah satu keunggulan utama yang membuat Aroma Bakery berbeda dari toko roti lainnya di Bengkulu adalah jaminan kualitas produk yang selalu baru (fresh) setiap harinya. Roti tidak dibiarkan menginap lama, bahkan sistem distribusi ke dalam dan luar kota dipantau dengan sangat ketat.
“Kami juga memasok (ngampas) ke dalam dan luar kota. Sistemnya, kami tidak berani membiarkan roti berada di pasaran lebih dari seminggu. Dalam empat hari, roti langsung kami tarik kembali agar selalu terjaga kualitasnya,” tegas Mela.
Begitu juga di toko, setiap hari roti langsung diganti dengan yang baru agar masyarakat tetap mendapatkan produk dengan kualitas terbaik.
Untuk proses produksinya sendiri dilakukan setiap hari. Aktivitas pabrik dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.
Bagi pelanggan yang mengincar roti yang benar-benar hangat dan baru keluar dari oven (fresh from the oven), waktu terbaik untuk datang adalah sekitar pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB.
Sementara itu, proses pembungkusan (packaging) dilakukan pada malam hari. Toko Aroma Bakery sendiri beroperasi mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
Untuk bahan baku utama pembuat roti, Aroma Bakery mendatangkannya langsung dari Palembang dan Jakarta. Bahan-bahan lokal Bengkulu hanya digunakan sebagai pelengkap jika terjadi kekurangan stok mendadak.
Kombinasi bahan pilihan dan proses produksi yang higienis menghasilkan tekstur roti yang lembut. Dari berbagai varian yang tersedia, produk yang menjadi andalan dan paling diminati pelanggan setianya adalah roti tawar dan roti sobek.
Dengan dibantu oleh delapan orang karyawan, Aroma Bakery menyasar target pasar yang cukup luas, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat umum.
Produk Aroma Bakery juga sering menjadi pilihan masyarakat untuk oleh-oleh maupun menjenguk kerabat yang sedang sakit di rumah sakit.
Meskipun saat ini Aroma Bakery belum mendaftarkan layanannya di aplikasi ojek daring seperti Grab, pelanggan tetap dapat melakukan pemesanan dengan mudah melalui pesan WhatsApp (WA) selain datang langsung ke toko.
Ketika ditanya mengenai arti nama “Aroma”, Mela menjelaskan bahwa nama tersebut dipilih oleh perintis awal karena memiliki makna sederhana namun mendalam, yaitu “Harum”. Harapannya, aroma roti yang baru dipanggang dapat memikat siapa saja.
Hobi dan kecintaan terhadap dunia baking menjadi latar belakang kuat bagi Mela untuk terus konsisten menekuni usaha ini.
Menghadapi persaingan bisnis bakery yang semakin ketat di Bengkulu, Mela tetap optimis dan menganggap persaingan sebagai tantangan untuk terus berkembang.
“Untuk para pelaku UMKM, kita harus lebih maju. Walaupun banyak persaingan, kita harus tetap semangat. Dan untuk masyarakat, ayo dukung produk lokal,” ujar Mela.
Penulis: Raihan Fitra Nolisca