BKKBN Bersama Dinas Ketahanan Pangan Gelar Gerakan Pangan Murah, Jual Sembako di Bawah Harga HET

Kamis, 09 Juli 2026 | 14:02:00 WIB
Perwakilan BKKBN bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

IKOBENGKULU - Perwakilan BKKBN bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan ini menyediakan berbagai komoditas pangan yang dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Aspiani (57), mengatakan bahwa komoditas utama yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah meliputi beras SPHP, gula pasir, dan minyak goreng. Selain itu, masyarakat juga dapat membeli berbagai kebutuhan pangan lainnya yang dipasok oleh distributor, seperti telur, bakso, bumbu-bumbu, susu, dan produk turunan pangan lainnya.

"Yang kami jual itu beras SPHP, gula, sama minyak. Semuanya di bawah harga HET. Kami juga membawa kebutuhan lain dari distributor seperti telur, bakso, bumbu-bumbu, susu, pokoknya yang turunan dari pangan. Semuanya kami jual di bawah harga HET," ujar saat diwawancari pada (9/7/26).

Ia menjelaskan, harga kebutuhan pokok yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah lebih rendah dibandingkan harga yang beredar di pasaran. Beras SPHP dijual seharga Rp58.000, sementara di pasar harganya dapat mencapai Rp60.000 hingga lebih. Gula pasir dijual Rp17.500 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, sedangkan telur dijual sekitar Rp43.000 per rak, lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai sekitar Rp48.000.

Menurut Aspiani, kegiatan tersebut bukan merupakan bazar, melainkan program Gerakan Pangan Murah yang rutin dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan. Program ini dijalankan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran pemerintah dan telah memiliki jadwal pelaksanaan setiap hari.

"Setiap hari kami ada kegiatan. Bukan bazar, tetapi Gerakan Pangan Murah. Kami mandiri, tidak ada anggaran pemerintah. Jadi kami memang berjualan sesuai jadwal yang sudah ditentukan," katanya.

Ia menambahkan, jadwal pelaksanaan Gerakan Pangan Murah telah terdaftar dalam sistem Mapanas sebagai bagian dari inovasi Dinas Ketahanan Pangan. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi antara BKKBN dan Dinas Ketahanan Pangan, Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan kenaikan harga bahan pokok.

Penulis : ( Yeyen )

Terkini